library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

ANALISIS WACANA KONTROVERSI CHILDFREE DALAM MEDIA SOSIAL (GRUP FACEBOOK CHILDFREE INDONESIA)

Detail Tugas Akhir

ANALISIS WACANA KONTROVERSI CHILDFREE DALAM MEDIA SOSIAL (GRUP FACEBOOK CHILDFREE INDONESIA)

REVANZA, KRISDIAN ALDITO CAHYO (2025) ANALISIS WACANA KONTROVERSI CHILDFREE DALAM MEDIA SOSIAL (GRUP FACEBOOK CHILDFREE INDONESIA). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Ilmu Komunikasi_32802100049_fullpdf.pdf
PDF
Text
Ilmu Komunikasi_32802100049_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (139kB)

Abstract

Fenomena childfree semakin mencuat dalam masyarakat Indonesia, terutama di ruang-ruang digital seperti media sosial. Pilihan hidup tanpa anak ini memicu berbagai kontroversi, baik dari sisi norma sosial, ekonomi, hingga budaya dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kontroversi childfree dalam grup Facebook “Childfree Indonesia” dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori analisis wacana kritis menurut Teun A. Van Dijk. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis dengan fokus pada tiga dimensi: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data diperoleh melalui observasi terhadap postingan anggota grup, terutama yang berisi narasi pribadi, argumen sosial, serta respons terhadap tekanan normatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana childfree tidak hanya merupakan ekspresi pribadi, tetapi juga bentuk resistensi terhadap tekanan sosial dan norma keluarga tradisional. Para anggota grup membangun identitas melalui narasi yang menekankan otonomi individu, kritik terhadap ketidakadilan struktural (seperti beban ekonomi dan ketidakpastian masa depan), serta penolakan terhadap stigma bahwa tidak punya anak adalah penyimpangan. Dalam dimensi kognisi sosial, terlihat bagaimana individu memproses dan merekonstruksi makna tentang keluarga, tanggung jawab, dan kebahagiaan. Sementara itu, konteks sosial menunjukkan peran media sosial sebagai ruang aman bagi eksplorasi dan afirmasi pilihan hidup yang dianggap kontroversial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana childfree dalam grup Facebookmerupakan bentuk perlawanan simbolik terhadap dominasi norma reproduktif, sekaligus upaya membangun komunitas alternatif berbasis kesamaan nilai.
Kata kunci: childfree, analisis wacana kritis, Teun A. Van Dijk, media sosial, Facebook.

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints