PROSES PEMAAFAN (FORGIVENESS) PADA MAHASISWA KORBAN ADVERSE CHILDHOOD EXPERIENCE DI KOTA SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Psikologi_30702100129_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses pemaafan pada mahasiswa yang mengalami adverse childhood experience (ACE) di Kota Semarang, dengan latar belakang tingginya angka kekerasan terhadap anak secara fisik, psikis, maupun seksual. Menggunakan pendekatan kualitatif desain fenomenologi, penelitian ini menekankan pemahaman mendalam terhadap pengalaman hidup dan makna pemaafan pada korban ACE. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi pada dua partisipan dengan latar belakang pengalaman buruk masa kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemaafan sangat dipengaruhi oleh trauma masa kecil, dinamika keluarga, dan dukungan sosial. Setiap partisipan menempuh tahapan pemaafan yang berbeda; satu berada pada fase pengungkapan luka emosional, sementara yang lain sudah aktif memaafkan. Proses ini melibatkan keterbukaan, penerimaan emosi, pencarian bantuan profesional, dan upaya bangkit dari keterpurukan. Pemaafan bukan sekadar melupakan kesalahan, melainkan membangun kembali kekuatan emosional dan mental untuk menghadapi kehidupan secara positif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis bagi korban ACE di lingkungan pendidikan tinggi.
Kata Kunci: Pemaafan, Adverse Childhood Experience (ACE), Mahasiswa, Trauma
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
