library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR KECAMATAN JENAWI KABUPATEN KARANGANYAR

Detail Tugas Akhir

KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR KECAMATAN JENAWI KABUPATEN KARANGANYAR

MAHFUD, MUHAMAD ZAENAL ARI (2025) KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR KECAMATAN JENAWI KABUPATEN KARANGANYAR. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Perencanaan Wilayah dan Kota_31202000039_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (6MB)
PDF
Text
Perencanaan Wilayah dan Kota_31202000039_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (224kB)

Abstract

Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng aktif dunia, sehingga rentan terhadap bencana geologi seperti gempa bumi, letusan gunung api, dan tanah longsor. Topografi yang curam dan curah hujan yang tinggi memperparah potensi tanah longsor, terutama di Pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Karanganyar, sering mengalami longsor, dengan Kecamatan Jenawi sebagai salah satu wilayah yang paling rawan karena berada di lereng Gunung Lawu. Faktor penyebab longsor di wilayah ini antara lain kondisi geofisik, curah hujan, aktivitas masyarakat, dan penggunaan lahan. Pembangunan permukiman dan kegiatan pertanian di lereng juga meningkatkan risiko terhadap jiwa dan harta benda. Untuk itu, analisis risiko bencana sangat penting guna mengurangi dampak, meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat peran masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan bencana. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyusunan tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Jenawi. Penelitian ini menggunakan data peta fisik terbaru, indeks dan komposisi penduduk, serta metode kuantitatif deskriptif dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknik skoring dan metode weighted overlay (termasuk Spatial Multi Criteria Evaluation atau SMCE) digunakan untuk membuat peta rawan bencana. Hasilnya menunjukkan bahwa dari total 5.058,51 hektar wilayah Kecamatan Jenawi, seluas 2.153,05 hektar berisiko rendah, 2.235,95 hektar berisiko sedang, dan 669,51 hektar berisiko tinggi. Desa Gumeng termasuk yang paling rendah risikonya, sementara Desa Lempong dan Selomoro didominasi risiko tinggi. Risiko tinggi umumnya disebabkan oleh tingkat kerentanan yang besar dan kapasitas penanggulangan bencana yang rendah.
Kata Kunci : Risiko, Bencana, Tanah Longsor

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints