library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG (STUDI DOKUMENTASI)

Detail Tugas Akhir

HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG (STUDI DOKUMENTASI)

ERINA, TITI (2025) HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG (STUDI DOKUMENTASI). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Kebidanan_32102100101_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (51kB)
PDF
Text
Kebidanan_32102100101_fullpdf.pdf

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang memerlukan peningkatan asupan energi dan nutrisi untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin. Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil, ditandai dengan lingkar lengan atas (LiLA) < 23,5 cm atau indeks massa tubuh (IMT) < 18,5 kg/m². KEK berdampak pada penurunan cadangan energi dan terganggunya produksi sel darah merah yang berisiko menyebabkan anemia. Anemia pada ibu hamil ditandai dengan kadar hemoglobin <11 g/dL dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara KEK dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif, melibatkan 147 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh dari e-kohort ibu hamil dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil Penelitian: Sebanyak 101 responden (68,7%) mengalami KEK (LiLA < 23,5 cm) dan 109 responden (74,1%) mengalami anemia (Hb < 11 g/dL). Mayoritas responden dengan KEK juga mengalami anemia yaitu 63 responden (62,4%), sementara 38 responden (37,6%) tidak mengalami anemia. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara KEK dan anemia (p-value = 0,001). Kesimpulan: KEK merupakan salah satu faktor risiko terjadinya anemia pada kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan intervensi gizi seperti edukasi tentang pola makan bergizi seimbang, pemberian suplemen zat besi, dan makanan tambahan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar evaluasi program gizi ibu hamil di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang dalam upaya menurunkan angka KEK dan anemia sesuai target nasional.
Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis, Anemia, Ibu Hamil, Lingkar Lengan Atas

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints