library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

REKONSTRUKSI REGULASI KEWENANGAN PENYIDIK KEPOLISIAN DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI BERBASIS NILAI KEADILAN

Detail Tugas Akhir

REKONSTRUKSI REGULASI KEWENANGAN PENYIDIK KEPOLISIAN DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI BERBASIS NILAI KEADILAN

RAHMADANI, RAHMADANI (2025) REKONSTRUKSI REGULASI KEWENANGAN PENYIDIK KEPOLISIAN DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI BERBASIS NILAI KEADILAN. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302200212_fullpdf.pdf
PDF
Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302200212_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (2MB)

Abstract

Ketentuan hukum bagi penyidik kepolisian untuk memberantas tindak pidana korupsi tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. UU tersebut mengatur tentang fungsi, kewajiban, dan wewenang penuntutan pidana dalam penyidikan tindak pidana, termasuk korupsi. Pasal 2, Pasal 14 (g) Kepolisian Negara Republik Indonesia memungkinkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menyelidiki dan menyelidiki semua tindak pidana menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan bidang-bidang tindak pidana korupsi lainnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan kewenangan penyidik Polri dalam memberantas tindak pidana korupsi berbasis nilai keadilan, untuk menganalisis dan menemukan kelemahan-kelemahan regulasi kewenangan penyidik Polri dalam pemberantasan tindak pidana korupsi saat ini dan untuk merekonstruksi regulasi kewenangan penyidik Polri dalam pemberantasan tindak pidana korupsi berbasis nilai keadilan
Penulis menentukan metode yang dipergunakan yakni metodologi merupakan unsur yang mutlak harus ada di dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis Sosiologis
Adapun hasil penelitiannya yakni perlu adanya Lembaga Penyidik Bersama antara Polri, Kejaksaan dan KPK, yang dirumuskan dalam sebuah undang-undang, untuk menjaga kesamaan pandang dan keintegralan dalam penyidikan tindak pidana korupsi dan perlu adanya rekonstruksi pada Pasal 4 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang isinya adalah Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3. Diharapkan bila tersangka telah mengembalikan kerugian Negara maka perkara tindak pidana korupsi tersebut dapat dihentikan atau tidak dilanjukan lagi penyidikan terhadap tersangka.

Kata Kunci : Tindak Pidana Korupsi, Penyidik Polri

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints