library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

Analisis Pengaruh Beban Gempa dan Fluktuasi Muka Air Terhadap Rembesan dan Deformasi Bendungan Jatibarang

Detail Tugas Akhir

Analisis Pengaruh Beban Gempa dan Fluktuasi Muka Air Terhadap Rembesan dan Deformasi Bendungan Jatibarang

SUSANTO, TOTTI ADITYA (2024) Analisis Pengaruh Beban Gempa dan Fluktuasi Muka Air Terhadap Rembesan dan Deformasi Bendungan Jatibarang. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Teknik Sipil_20202300037_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Teknik Sipil_20202300037_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (46kB)

Abstract

Bendungan merupakan Infrastruktur sipil terbesar di semua jenis infrastruktur lainnya. Bendungan memiliki berbagai macam fungsi salah satunya sebagai sarana penampungan air bagi masyarakat sekitar. Besarnya kapasitas tampungan air yang di tampung menjadi perhatian khusus untuk selalu dalam keadaan stabil atau aman. Salah satu bahaya yang paling mengancam bagi bendungan adalah terjadinya gempa yang dapat menjadi pemicu terjadinya kegagalan bendungan.
Analisis ini menggunakan bantuan program numerik dengan beberapa metode kombinasi untuk menggambarkan kondisi lapangan bendungan saat terjadi gempa dan sebelum terjadi gempa. Pemodelan bendungan menggunakan data parameter korelasi dengan menyesuaikan desain sebenarnya bendungan Jatibarang yang diambil dari instansi terkait. Ada 3 kondisi yang diambil pada penelitian ini yaitu kondisi MAN (Muka Air Normal), MAB (Muka Air Banjir) dan Rapid Drawdown. Penelitian ini difokuskan pada analisis rembesan sebelum dan setelah terjadinya gempa, faktor keamanan lereng sebelum dan sesudah gempa, serta deformasi pada arah x dan y setelah gempa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan (SF) tertinggi sebelum gempa terjadi pada kondisi Muka Air Bendungan (MAB) 1,628, dengan nilai ambang batas yang harus dipenuhi adalah SF ≥ 1,5. Sementara itu, nilai SF tertinggi setelah gempa terjadi pada kondisi MAB 1,614, dengan nilai ambang batas yang harus dipenuhi adalah SF ≥ 1,1. Pada kasus rembesan nilai rembesan cenderung rendah setelah terjadi gempa, diambil dari kasus kondisi MAN sebelum gempa kecepatan rembesan 1,09 l/det sedangkan setelah gempa 0,72 l/det. Deformasi yang terjadi setelah gempa nilai tertinggi deformasi arah x yang tercatat sebesar 0,54 m dan arah y 0,20 m semua terjadi pada kondisi MAB, deformasi masih tergolong aman karena tidak melebihi 50% tinggi jagaan bendungan.

Kata kunci: Bendungan Urugan, Gempa, Rembesan, Deformasi

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints