SISWANTO, MOH. ARIS (2024) REKONTRUKSI REGULASI SISTEM PERADILAN PIDANA DALAM KONSEP RESTORATIF JUSTICE TERHADAP ANAK YANG BEKONFLIK DENGAN HUKUM BERBASIS NILAI KEADILAN. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
10302100166_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302100166.pdf |
Abstract
Tujuan Penelitian ini Untuk Menganalisis dan Menemukan Regulasi Sisitem
Peradilan Pidana Dalam Konsep Restoratif Justice Terhadap Anak Yang Berkonflik
Dengan Hukum Berbasis Nilai Keadilan; untuk Menganalisis dan Menemukan
Kelemahan-kelemahan Peradilan Pidana Dalam Konsep Restoratif Justice Terhadap
Anak Yang Bekonflik Dengan Hukum di Indonesia; Untuk Menganalisis dan
Menemukan Rekonstruksi Peradilan Pidana Dalam Konsep Restoratif Justice
Terhadap Anak Yang Bekonflik Dengan Hukum di Indonesia Berbasis Nilai
Keadilan Pancasila.
Metode Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme, jenis
penelitian berupa hukum nondoktrinal, dan pendekatan yuridis normatif. Jenis dan
sumber bahan hukum terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui studi komperhensip studi pustaka. Teknik analisis
pengolahan data dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan logika deduksi.
Hasil penelitian ini adalah 1) Pengaturan mengenai Regulasi sistem
Peradilan Pidana dalam konsep Restoratif Justice terhadap Anak yang berkonflik
dengan hukum diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Anak. Regulasi
Perlindungan Hak Terhadap Anak yang berkonflik dengan hukum belum dapat
dikaataakaan berkeadilan karena dalam pengaturan sistem peradilan pidana di
Indonesia masih berorientasi pada sistem retributive, serta masih lemahnya
perlindungan terhadap kepentingan dan hak anak. 2) Kelemahan-kelemahan dalam
segi substansi hukum, segi struktur hukum dan budaya hukumnya. Dalam segi
substansi kelemahan hukum terkait Regulasi Perlindungan Hak Terhadap Anak
Dalam Proses Peradilan Pidana penyelesaian di luar pengadilan tidak diatur dalam
KUHAP dan Undang-Undang lainnya. Kelemahan dalam segi struktur hukum
adalah Paradigma Penegak Hukum Belum Berperspektif Anak, Fasilitas Lembaga
Khusus Bagi Anak Di Luar Jalur Penal Belum Tersedia dan Koordinasi Antar
Lembaga Belum Terintegrasi Dengan Baik. Kelemahan dalam segi budaya hukum
adalah Kesadaran Masyarakat Terhadap Hak Anak Masih Kurang dan
kecenderungan Budaya Positifis Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia. 3)
Berkaitan dengan Regulasi Sisitem Peradilan Pidana Dalam Konsep Restoratif
Justice Terhadap Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Berbasis Nilai Keadilan
adalah dengan penemuan teori hukum barunya adalah: Teori Konsep Restoratif
Justice Berkeadilan Pancasila, artinya Konsep restoratif justice yang berkeadilan
Pancasila adalah pendekatan yang mengedepankan pemulihan dan rehabilitasi,
keterlibatan komunitas, serta dialog dan mediasi dalam penyelesaian tindak pidana.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, restoratif justice dapat menciptakan
sistem peradilan yang lebih adil, beradab, dan sesuai dengan karakteristik bangsa
Indonesia. Implementasi yang efektif memerlukan dukungan dari berbagai pihak
serta regulasi yang mendukung agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh
karena diperlu dibentuknya Lembaga Mediasi Restoratif Indonesia (LMRI).
Dosen Pembimbing: | Gunarto, Gunarto | nidn0605036205 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Doctoral) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Program Doktor Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
Date Deposited: | 05 Nov 2024 06:15 |
Last Modified: | 05 Nov 2024 06:15 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37450 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |