BARUS, DANA (2024) REKONSTRUKSI REGULASI PERALIHAN SAHAM PERSEROAN TERBATAS MILIK ANAK DALAM PERWALIAN MELALUI PERJANJIAN JUAL BELI BERBASIS NILAI KEADILAN. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302100093_fullpdf.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302100093_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Program Doktor Ilmu Hukum_10302100093_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Program Doktor Ilmu Hukum_10302100093_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (2MB)

Abstract

Anak yang belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan
perkawinan ada di bawah kekuasaan orang tuanya selama mereka tidak dicabut dari
kekuasaannya. Anak yang masih di bawah umur untuk bertindak di dalam maupun di luar
Pengadilan haruslah diwakili oleh walinya atau orang tuanya maka dapat ditentukan bahwa
wali atau orang tua tidak diperbolehkan memindahkan hak atau menggadaikan benda- benda
milik anaknya yang masih di bawah umur kecuali ada manfaatnya dan apabila kepentingan
anak di bawah umur itu menghendakinya.
Penelitian bertujuan menganalisis dan menemukan regulasi peralihan saham perseroan
terbatas milik anak dalam perwalian melalui perjanjian jual beli belum berbasis nilai
keadilan, kelemahan regulasi peralihan saham perseroan terbatas milik anak dalam
perwalian, serta rekonstruksi regulasi peralihan saham perseroan terbatas milik anak dalam
perwalian melalui perjanjian jual beli berbasis nilai keadilan
Hasil penelitian bahwa Regulasi peralihan saham perseroan terbatas milik anak
dalam perwalian melalui perjanjian jual beli belum berbasis nilai keadilan dikarenakan
terjadinya peralihan saham perseroan terbatas milik anak dalam perwalian melalui
perjanjian jual beli tanpa adanya persetujuan dari pangadilan dan tidak memperhatikan
asas terbaik bagi anak. Kelemahan regulasi peralihan saham perseroan terbatas milik anak
dalam perwalian, bahwa Wali dalam menjalankan tugasnya diwajibkan untuk memelihara
anak yang berada di bawah perwaliannya dan juga mengurus harta benda anak. Dalam
melaksanakan perwalian tersebut, wali diawasi oleh wali pengawas, yang oleh undang-
undang kewenangan tersebut diberikan pada BHP. BHP dalam hal ini melaksanakan tugas
pengawasan apabila ada kepentingan anak yang bertentangan dengan kepentingan si wali.
Namun, peran wali pengawas tersebut tidak dapat dilaksanakan karena disharmoni peran
satu Lembaga dengan lembaga lainnya. Hal tersebut disebabkan faktor perbedaan
kepentingan dan perbedaan penafsiran, kesenjangan antara pemahaman teknis dan
pemahaman hukum tentang tata pemerintahan yang baik, serta kendala hukum yang
dihadapi dalam penerapan peraturan perundang- undangan yang terdiri atas mekanisme
pengaturan, administrasi pengaturan, antisipasi terhadap perubahan dan penegakan hukum.
Rekonstruksi regulasi peralihan saham perseroan terbatas milik anak dalam
perwalian melalui perjanjian jual beli berbasis nilai keadilan yakni perlu dilakukan
penyelarasan dan penyerasian dengan cara rekonstruksi hukum dan konstruksi hukum
dengan pendekatan harmonisasi hukum yang mengacu pada peraturan perundang-
undangan dan keterpaduan kelembagaan. Melalui pendekatan perundang-undangan perlu
dilakukan pengharmonisasian antara peraturan perundang-undangan yang satu dengan
lainnya yang membahas mengenai perlindungan anak. Konstruksi hukum diperlukan dalam
melibatkan peran wali pengawas dan perlindungan anak dalam perwalian baik mengenai
dan Prof. Dr. Hj. Anis Mashdurohatun, S.H., M.Hum.
**)


)
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung

**)
Promotor dan Co Promotor Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan
Agung
harta pribadi anak maupun harta kekayaan anak. Substansi pengawasan oleh negara yang
dilakukan oleh BHP dimasukkan dalam peraturan perundang- undangan guna mengawasi,
memberikan pertimbangan dan persetujuan atas perbuatan hukum yang dilakukan oleh wali.
Kemudian, melalui harmonisasi keterpaduan kelembagaan peran BHP sebagai wali
pengawas dengan lembaga/pejabat terkait seperti Pengadilan Negeri, Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil, Notaris dalam mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Pemerintah
perlu melakukan konsultasi publik intensif dengan para stakeholders, transformasi hukum
atau kelembagaan, Focus Group Discussion dan sosialisasi kepada masyarakat.

Kata Kunci : Saham, Anak, dan Jual Beli

Dosen Pembimbing: Gunarto, Gunarto | nidn0605036205
Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Program Doktor Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 04 Feb 2025 02:44
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37410

Actions (login required)

View Item View Item