BUDIARTO, RIO (2024) KEPASTIAN HUKUM ATAS PELAKSANAAN HIBAH AKTA TANAH TERHADAP CUCU (Studi Terhadap Putusan Nomor: 357/PDT/2023/PT BDG.). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302200076_fullpdf.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302200076_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302200076_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302200076_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (179kB)

Abstract

Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang paling penting bagi
kehidupan manusia, baik sebagai tempat tinggal maupun sebagai lahan untuk
aktivitas ekonomi seperti pertanian. Di Indonesia, yang memiliki karakteristik
agraris dan wilayah yang luas, peran tanah menjadi sangat strategis dan vital.
Tanah tidak hanya memiliki nilai ekonomis yang signifikan, tetapi juga nilai sosial
dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat. Berdasarkan Pasal 33 ayat (3)
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, tanah dan kekayaan
alam dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran
rakyat. Namun, dalam praktiknya, kepemilikan dan penggunaan tanah sering kali
menjadi sumber sengketa hukum, terutama dalam konteks hibah tanah. Penelitian
ini mengkaji kasus pembatalan akta hibah tanah di Kabupaten Cirebon, yang
melibatkan sengketa antara ahli waris dengan pihak ketiga. Kasus ini menyoroti
pentingnya kepastian hukum dalam pelaksanaan hibah tanah, terutama ketika
melibatkan subyek hukum yang tidak sempurna, seperti anak di bawah umur atau
orang dewasa yang tidak cakap hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan
yuridis normatif untuk menganalisis aspek hukum yang terkait dengan hibah tanah
dan prosedur pembatalannya, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, putusan pengadilan, dan norma hukum lainnya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ketidaksesuaian prosedur hibah tanah dengan prinsip
kepastian hukum dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk perbedaan
interpretasi mengenai syarat dan tata cara hibah, kurangnya pengawasan, dan
standar yang tidak jelas dalam pelaksanaannya. Studi ini berkontribusi pada
pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kepastian hukum dalam
transaksi tanah dan menyarankan perlunya pembenahan regulasi serta pengawasan
yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya sengketa di masa depan.

Kata Kunci: Kepastian Hukum, Hibah, Akta, Tanah.

Dosen Pembimbing: Listyawati, Peni Rinda | nidn0618076001
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 22 Jan 2025 06:55
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37106

Actions (login required)

View Item View Item