Miskidjo, Graseila Listra (2024) ANALISIS YURIDIS RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi Kasus: Kota Semarang). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Ilmu Hukum_30302100392_fullpdf.pdf |
![]() |
Text
Ilmu Hukum_30302100392_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Penyelesaian terhadap perbuatan tindak pidana kekerasan dalam keluarga
atau lingkup rumah tangga apabila diselesaiakan jalur hukum pidana dirasa kurang
tepat, mengingat antara pelaku dan korbannya memiliki hubungan yang sangat
dekat, sehingga diperlukan cara-cara penyelesaian yang berbeda dalam menanga ni
konflik dalam rumah tangga tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pelaksanaan Restorative justice terhadap tindak pidana kekerasan
dalam rumah tangga dan mengetahui hambatan dan solusi pelaksanaan Restorative
justice terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga.
Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan
yuridis sosiologis, yaitu dengan menemukan kenyataan hukum yang dialami di
lapangan atau suatu pendekatan yang berpangkal pada permasalahan mengenai hal
yang bersifat yuridis serta kenyataan yang ada.
Hasil penelitian ini adalah (1) Analisis yuridis Restorative justice terhadap
tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Semarang dalam
LP/B/386/VI/2022/SPKT/Polrestabes Semarang, terlapor RC dan pelapor LS
sepakat untuk berdamai. Dalam proses pelaksanaan Restorative justice yang telah
dilakukan di Polrestabes Kota Semarang pada kasus kekerasan dalam rumah tangga
telah terpenuhi syarat-syarat formil serta materiil Restorative justice secara baik.
Belum terpenuhinya prinsip-prinsip Restorative justice secara baik dan terdapat
mekanisme yang seharusnya dilakukan tetapi tidak dilakukan oleh Polrestabes Kota
Semarang yaitu pemanggilan terhadap korban dan pelaku melalui via telepon, tidak
menggunakan surat resmi serta tidak dihadirkannya saksi seperti keluarga atau
perwakilan dari masyarakat guna sebagai pengawas internal sebagaimana
disebutkan dalam Surat Edaran Nomor SE/8/VII/2018 tentang Penerapan
Restorative justice dalam Penyelesaian Perkara Pidana. (2) Hambatan dan solusi
pelaksanaan Restorative justice terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah
tangga meliputi: Kelemahan susbtansi hukum: Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga belum menakomod ir
penyelesaian melalui mediasi atau penyelesaian perkara melalui jalur non-litigas i.
Kelemahan stuktur hukum: Penyidik merasa kurang maksimal dalam proses
penyelesaian kasus. Dikarenakan terlalu banyak kasus kekerasan dalam rumah
tangga yang berujung tidak pasti dari pihak pelapor dan terlapor. Kelemahan
Budaya Hukum: Terdapat campur tangan dari pihak ketiga di luar suami istri.
Campur tangan dari pihak ketiga membuat penyidik menjadi kurang maksima l
dalam menyelesaikan proses perkara tindak pidana.
Kata Kunci: Restorative Justice; Tindak Pidana; Kekerasan Dalam Rumah
Tangga.
Dosen Pembimbing: | Widayati, Widayati | nidn0620066801 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
Date Deposited: | 16 Dec 2024 03:18 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/36746 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |