ANALISIS PRODUKTIVITAS PADI BERDASARKAN NORMALIZED DIFFERENCE WATER INDEX (NDWI) (STUDI KASUS KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG)
Berkas Tugas Akhir
Perencanaan Wilayah dan Kota_31202200061_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Perencanaan Wilayah dan Kota_31202200061_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Kekeringan merupakan bencana alam yang terjadi karena kurangnya intensitas air di dalam tanah.
Kecamatan Rembang dalam RTRW Kabupaten Rembang Tahun 2023 – 2043 ditetapkan sebagai
kawasan rawan kekeringan dan kawasan pertanian. Kondisi kekeringan akan berdampak terhadap
hasil produksi pertanian khususnya produktivitas padi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
kondisi kekeringan lahan sawah dengan analisis NDWI dan produktivitas padi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kondisi kekeringan lahan sawah memiliki klasifikasi kekeringan sangat berat
dan kekeringan berat yang terjadi pada bulan Maret, Juni dan September tahun 2023. Luas rata-rata
kekeringan sangat berat pada tiga bulan tersebut sebesar 95% dan rata-rata luas kekeringan berat
yaitu sebesar 15%. Sementara hasil produktivitas padi menunjukkan bahwa klasifikasi kekeringan
berat memiliki hasil produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan klasifikasi kekeringan
sangat berat. Produktivitas padi tertinggi berada pada bulan Maret dengan klasifikasi kekeringan
berat yaitu 76,96 Kw/Ha dan produktivitas padi terendah berada pada bulan Juni dengan kekeringan
sangat berat yaitu 43,36 Kw/Ha.
Kata Kunci: Kekeringan, Normalized Difference Water Index (NDWI), Produktivitas.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
