Putri, Vernanda Paristiana (2024) IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KORBAN YANG MELAKUKAN PEMBELAAN TERPAKSA (NOODWEER) HINGGA MENYEBABKAN MATINYA ORANG LAIN (Studi Kasus di Polres Metro Bekasi Kota). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000395_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302000395_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000395_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302000395_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (207kB)

Abstract

Penelitian skripsi ini berjudul “Implementasi Penegakan Hukum Terhadap Korban
yang Melakukan Pembelaan Terpaksa (Noodweer) Hingga Menyebabkan Matinya
Orang Lain (Studi Kasus di Polres Metro Bekasi Kota)”. Penelitian ini dilakukan
karena terdapat kasus di wilayah Bekasi yang mana pada terdapat tindak pidana
pembegalan namun seorang korban pembegalan tersebut melakukan pembelaan
terpaksa atau Noodweer hingga menyebabkan pelaku tersebut meninggal dunia
serta apa faktor yang memengaruhi korban melakukan tindakan tersebut dan
bagaimana implementasi penegakan hukum yang diterapkan terhadap kasus
tersebut. selain itu, kelemahan apa yang dihadapi dalam kasus tersebut.
Penelitian dilakukan ini dengan menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis
serta menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif analitis yaitu dengan meninjau
bahan studi kepustakaan kemudian dianalisis untuk digunakan sebagai landasan
teori untuk melakukan penelitian di lapangan dengan melalui wawancara bersama
narasumber, setelah data terkumpul akan dipilih secara sistematis menggunakan
metode analisis kualitatif hingga menghasilkan kesimpulan akhir.
Hasil penelitian ini adalah faktor yang menyebabkannya adalah secara spontanitas
dalam keadaan terdesak saat adanya serangan secara tiba-tiba yang mengharuskan
melindungi dan membela dirinya serta harta bendanya dan tidak ada jalain lain
selain melawan pelaku menggunakan senjata tajam milik pelaku. Berdasarkan Pasal
49 KUHP tidak di pidananya seorang korban dalam kasus ini yang melakukan
pembelaan terpaksa karena tidak memenuhi unsur tindak pidana pembunuhan
melainkan memenuhi unsur dari tindakan pembelaan terpaksa dan tindakan korban
tersebut termasuk ke dalam alasan penghapus pidana dan dalam menyelesaikan
kasus tersebut terdapat hambatan yang menjadi kelemahan dari kepolisian yaitu
kurangnya koordinasi sesama penegak hukum sehingga untuk menyelesaikan kasus
tersebut sempat terhambat.

Kata Kunci: Penegakan Hukum; Pembelaan Terpaksa; Tindak Pidana; Pasal
49 KUHP.

Dosen Pembimbing: Laksana, Andri Winjaya | nidn0620058302
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 20 Nov 2024 01:55
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/36333

Actions (login required)

View Item View Item