PENGARUH PEMBERIAN MSCs-EXOSOME HIPOKSIA TERHADAP EKSPRESI GEN APAF-1 DAN SURVIVIN (Studi Eksperimental in Vivo Pada Tikus Wistar Jantan yang terpapar Sinar UVB)
Berkas Tugas Akhir
Magister Biomedik_MBK2321010345_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Proses penuaan kulit ditandai oleh penurunan elastisitas dan
peningkatan kerutan akibat perubahan ekspresi gen APAF-1 dan Survivin.
Paparan UVB di negara tropis mempercepat degradasi kolagen, meningkatkan
risiko penuaan dini. MSCs-Exosome Hipoksia diketahui dapat menekan APAF-1
dan meningkatkan Survivin, namun efeknya pada kulit terpapar UVB belum
diteliti.
Metode: Tikus yang mengalami penurunan kolagen setelah paparan UVB dibagi
menjadi empat kelompok: KN (UVB + Natrium Chloride 0,9% 300uL), KP
(UVB + Hyaluronic Acid 200uL), P1 (UVB + MSCs-Exosome Hipoksia 200uL),
dan P2 (UVB + MSCs-Exosome Hipoksia 300uL).
Hasil: Kelompok P2 (MSCs-Exosome Hipoksia 300uL) menunjukkan ekspresi
gen Apaf-1 terendah (1,03±0,33 pg/mL) dan ekspresi gen Survivin tertinggi
(4,35±0,73 pg/mL). Injeksi MSCs-Exosome Hipoksia dosis 200uL dan 300uL
secara signifikan menurunkan ekspresi gen Apaf-1 dan meningkatkan ekspresi
gen Survivin (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan dalam ekspresi gen Apaf-1 dan
Survivin antara kelompok P1 dan P2 yang diinjeksi MSCs-Exosome Hipoksia
dibandingkan dengan kelompok kontrol, menunjukkan potensi MSCs-Exosome
Hipoksia dalam mengatasi penuaan kulit akibat paparan UVB.
Kata Kunci : MSCs-Exosome Hipoksia, Collagen loss, Apaf-1, Survivin
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
