HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN DERAJAT AKNE VULGARIS Studi Observasional Analitik terhadap Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Berkas Tugas Akhir
Kedokteran Umum_30102000168_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Mahasiswa termasuk kedalam kelompok usia emerging adulthood, yang
merupakan populasi rentan akan mengalami depresi, stres dan kecemasan. Ketika
seseorang mengalami stres akan terjadi aktivasi HPA (Hipotalamus Pituitary
Adrenal) axis yang akan mengaktifkan CRH (Corticrotropin Releasing Hormone)
sehingga akan merangsang produksi lipid kelenjar sebasea yang berkontribusi
pada patogenesis jerawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi
antara tingkat stres dengan derajat akne vulgaris.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain
cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa berusia 18-22 tahun
pada periode 2024. Teknik sampling yang digunakan yaitu consecutive sampling.
Data berskala ordinal dan dianalisis dengan uji Spearman menggunakan SPSS
versi 29.
Penelitian ini didapatkan 100 mahasiswa. Dengan hasil tingkat stres
terbanyak yaitu sedang dan derajat akne vulgaris yang terbanyak yaitu sedang,
Hasil uji Spearman antara tingkat stres dengan derajat akne vulgaris didapatkan
nilai (r=0,25) dan (p=0,02).
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat stres
memiliki korelasi yang bermakna dengan derajat akne vulgaris dengan keeratan
korelasi yang rendah.
Kata kunci : Stres, Akne Vulgaris
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
