Tsana, Aliya Hilma (2024) ANALISIS HUKUM PERKAWINAN BEDA AGAMA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN SERTA AKIBAT HUKUMNYA TERHADAP ANAK YANG DILAHIRKAN. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000486_fullpdf.pdf]
Preview
Text
Ilmu Hukum_30302000486_fullpdf.pdf

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000486_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302000486_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (197kB)

Abstract

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita
sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia
dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pergaulan manusia zaman sekarang
dapat menimbulkan ketertarikan satu dengan lainnya yang menyebabkan terjadinya
perkawinan tidak hanya terjadi di antara satu suku, tetapi juga antara bangsa-bangsa
dan yang berlainan agama. Dapat diketahui bahwa berdasarkan Pasal 2 dimana
disebutkan bahwa perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing
agama dan kepercayaannya, dan harus dicatat menurut peraturan perundangan yang
berlaku, serta Pasal 8 f yang meyatakan larangan perkawinan antara dua orang yang
mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang berlaku dilarang
kawin. Namun pada kenyataannya, sekarang ini banyak sekali pasangan yang
melakukan perkawinan beda agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum
dari perkawinan beda agama menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Perkawinan serta akibat hukumnya terhadap anak yang dilahirkan dalam perkawinan
beda agama menurut hukum di Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan
spesifikasi penelitian menggunakan deskriptif-analisis. Sumber data penelitian
menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.
Metode pengumpulan data dengan cara membaca dan mengumpulkan data dari
berbagai peraturan perundang-undangan, buku-buku, jurnal, serta melakukan
penelusuran di internet dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan penulisan skripsi
ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode
analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa perkawinan beda agama tidak diatur
dasar hukumnya secara spesifik karena Undang-Undang perkawinan beda agama
merujuk pada Undang-Undang Perkawinan sesuai pada Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8
huruf (f), maka perkawinan di Indonesia harus tunduk pada ketentuan agama yang
artinya apabila agama melarang sesuatu hal untuk dilakukan maka hal tersebut menjadi
ketentuan hukum yang harus ditaati oleh para pemeluknya. Oleh karena itu secara
normatif perkawinan beda agama tidak diatur dalam Undang-Undang Perkawinan.
Status hukum anak yang dilahirkan dalam perkawinan beda agama mempunyai status
anak tidak sah. Namun apabila pernikahan tersebut telah didaftarkan pada Kantor
Urusan Agama (untuk pasangan yang beragama Islam), maupun Kantor Catatan Sipil
(untuk pasangan yang beragama selain Islam), maka status kedudukan anak tersebut
adalah anak yang sah dimata hukum dan memiliki hak serta kewajiban anak dan orang
tua.

Kata Kunci : Analisis Hukum, Perkawinan Beda Agama, Anak.

Dosen Pembimbing: Listyawati, Peni Rinda | nidn0618076001
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 21 May 2024 02:32
Last Modified: 21 May 2024 02:32
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33831

Actions (login required)

View Item View Item