ANNA, DIA SOFA SOFI (2024) TINJAUAN YURIDIS PERCERAIAN AKIBAT PERKAWINAN DI BAWAH UMUR (Studi Putusan Nomor: 522/Pdt.G/2021/PA.Pwd). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Preview |
Text
Ilmu Hukum_30302000112_fullpdf.pdf |
![]() |
Text
Ilmu Hukum_30302000112_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Perkawinan di bawah umur merupakan perkawinan yang dilakukan oleh
seseorang yang berusia remaja atau dibawah umur yang tidak sesuai dengan
Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 atas Perubahan tentang Undang-undang
Nomor 1 Tahun 1974 bahwa batasan usia nikah untuk kedua calon mempelai
adalah 19 tahun. Perkawinan di bawah umur sering terjadi diakibatkannya
pergaulan bebas, finansial dan pendidikan yang sangat rendah. Namun.
Kurangnya kesiapan fisik dan mental membuat pasangan menjadi pertengkaran
dan berujung pada perceraian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis pengaruh perkawinan dibawah umur terhadap
terjadinya perceraian Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Pwd dan menemukan
upaya pencegahan perkawinan di bawah umur yang berakibat pada perceraian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, spesifikasi
penelitian ini adalah deskriftif dengan sumber datanya berasal dari data primer
dan sekunder, teknik pengumpuln data yang terdiri dari data primer sebagai
pendukung data sekunder dengan cara wawancara dan data sekunder yang
diperoleh dari studi kepustakaan serta penulusuran di internet, jurnal dan buku,
metode analisa data yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif.
Hasil penelitian adalah: 1) pengaruh perkawinan di bawah umur yang
mengakibatkan perceraian terjadi karena usia yang tidak seusai dengan UndangUndang
No
19
Tahun
2019
Tentang
Perkawinan
dan
kurangnya
kesiapan
secara
mental,
ego,
psikis,maupun
ekonomi
yang
mengakibatkan
perceraian
dengan
hasil
pertimbangan
hakim sesuai Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Pwd yaitu
sebagaimana ketentuan Pasal 19 huruf (p) PP No.9 tahun 1975 jo dan Pasal 116
huruf (f) KHI dinyatakan hakim memutuskan Putusan Verstek. 2) Upaya
Pencegahan Perkawinan di bawah umur orang tua harus memberikan nasehat
tentang perkawinan, melakukan penyuluhan tentang bahayanya perkawinan di
bawah umur. Adanya sosialisasi atau penyuluhan tentang perkawinan di bawah
umur oleh pemerintah. Membuat dan mendukung kebijakan terhadap perkawinan
di bawah umur.
Kata kunci : Tinjauan Yuridis, Perkawinan di bawah umur, Perceraian
Dosen Pembimbing: | Listyawati, Peni Rinda | nidn0618076001 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 5 UNISSULA |
Date Deposited: | 17 May 2024 09:44 |
Last Modified: | 17 May 2024 09:44 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33658 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |