Yudistira, Bima Arya (2024) PERAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN PENGGUNAAN KNALPOT RACING KENDARAAN BERMOTOR DI WILAYAH KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000079_fullpdf.pdf]
Preview
Text
Ilmu Hukum_30302000079_fullpdf.pdf

| Preview Download (3MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000079_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302000079_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (70kB)

Abstract

Penegakan aturan terhadap penggunaan knalpot racing merupakan suatu
langkah yang diambil oleh aparat Kepolisian Republik Indonesia untuk menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat. Seiring dengan meningkatnya jumlah
kendaraan dan perubahan gaya hidup, hal ini secara signifikan memengaruhi
tingkat pelanggaran ketertiban berlalu lintas, termasuk maraknya penggunaan
knalpot racing oleh berbagai kalangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengeksplorasi peran kepolisian dalam menanggulangi pelanggaran lalu
lintas di wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Besar Semarang, serta
mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Satlantas Polrestabes
Semarang dalam menindak penggunaan knalpot racing di area hukum mereka.
Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan yuridis-sosiologis,
yang melibatkan identifikasi hukum aktual di dalam suatu institusi sosial dan
pemahaman fungsional pada kehidupan nyata. Pendekatan ini memfokuskan
pada poin-poin kunci untuk memperoleh pemahaman empiris hukum
berdasarkan fakta-fakta yang terjadi dalam konteks sosial masyarakat.
Dari hasil penelitian ini Kepolisian Resor Kota Besar Semarang
menunjukan, pertama terungkap bahwa kepolisian memiliki peran yang sangat
penting dalam memastikan keamanan dan ketertiban lalu lintas, kedua upaya
sosialisasi dan penyuluhan terus dilakukan, ketiga upaya-upaya yang dilakukan
untuk mencegah penggunaan knalpot racing di Kota Semarang pihak Kepolisian
menggunakan dua upaya yaitu upaya preventif adalah suatu upaya yang
dilakukan oleh Kepolisian Polrestabes Semarang dengan tujuan sebagai bentuk
pengawasan dan pencegahan sebelum terjadi suatu pelanggaran. Kemudian
upaya represif adalah suatu upaya atau cara yang dilaksanakan setelah
munculnya suatu perbuatan pelanggaran terhadap hukum. upaya ini diwujudkan
sebagai bentuk tindak lanjut dari laporan atau aduan masyarakat yang melihat
adanya suatu pelanggaran. Upaya represif seringkali diwujudkan oleh Satlantas
Polrestabes Semarang dengan cara Giat Operasi dan Razia.
sementara penyelesaian terhadap hambatan-hambatan di lapangan
dilakukan dengan solusi-solusi yang tepat. Namun, perlu dicatat bahwa
Kepolisian Resor Kota Besar Semarang masih menghadapi kendala dalam
menanggulangi pelanggaran tersebut, terutama karena kurangnya standar
operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (Protap), serta keterbatasan
fasilitas untuk menindak pelanggaran knalpot racing.
Kata Kunci : Penertiban, Pelanggaran, Knalpot Racing

Dosen Pembimbing: Bawono, Bambang Tri | nidn0607077601
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 07 May 2024 03:15
Last Modified: 07 May 2024 03:15
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33647

Actions (login required)

View Item View Item