Azka, Fahmi (2024) IMPLEMENTASI PRINSIP KEPENTINGAN TERBAIK UNTUK ANAK DALAM SISTEM PERADILAN ANAK MELALUI PEMIDANAAN EDUKATIF. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30301800389_fullpdf.pdf]
Preview
Text
Ilmu Hukum_30301800389_fullpdf.pdf

| Preview Download (2MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30301800389_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30301800389_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (418kB)

Abstract

Anak adalah suatu potensi tumbuh kembang suatu bangsa dimasa depan.
Oleh sebab itu anak patut diberikan pembinaan dan perlindungan secara khusus
oleh Negara dan Undang-Undang untuk menjamin pertumbuhan dan
perkembangan fisik, mental dan sosial. Untuk melaksanakan pembinaan dan
pemberian perlindungan tersebut diperlukan dukungan baik yang menyangkut
kelembagaan maupun perangkat hukum yang lebih mantap dan memadai oleh
karena itu anak yang melakukan tindak pidana diperlukan pengadilan anak yang
secara khusus menangani kasus anak. Anak yang melakukan tindak pidana harus
diperlakukan secara manusiawi sesuai dengan kepentingan terbaik bagi anak
artinya anak yang berhadapan dengan hukum sebaiknya penjatuhan pidana
penjara sebagai pilihan terakhir.
Indonesia sudah memiliki aturan untuk melindungi, mensejahterakan dan
memenuhi hak-hak anak antara lain Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang
Kesejahteraan Anak, Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan
Anak dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Namun tampaknya tidak cukup membawa perubahan yang signifikan bagi nasib
dari anak yang berkonflik dengan hukum, dan apa yang diharapkan pada
kenyataan sering tidak dapat terlaksana dengan baik. Konsep Restorative justice
perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan kasus anak. Konsep ini
melibatkan semua pihak dalam rangka untuk perbaikan moral anak agar anak
tidak lagi mengulangi perbuatannya namun anak tidak merasa menjadi seperti
seorang pesakitan sehingga mempengaruhi perkembangan mental anak.
Sistem pemidanaan yang bersifat edukatif harus menjadi prioritas hakim
dalam menjatuhkan putusan. Menempatkan anak pada penjara senantiasa menjadi
pilihan terakhir dan dengan jangka waktu yang sesingkat mungkin. Menepatkan
anak pada lembaga-lembaga yang mempunyai manfaat dan fungsi sosial serta
perbaikan bagi anak itu lebih baik, namun diharapkan lembaga-lembaga tersebut
dapat memberikan perawatan, perlindungan, pendidikan dan keterampilan khusus
yang bersifat mendidik sehingga dapat berguna dengan tujuan membantu mereka
memainkan peran-peran yang secara sosial konstruktif dan produktif di
masyarakat.
Kata Kunci : Anak, Edukatif, Restorative Justice

Dosen Pembimbing: Taufiq, Muhammad | nidn0424096404
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 30 Apr 2024 02:04
Last Modified: 30 Apr 2024 02:04
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33595

Actions (login required)

View Item View Item