SAMPURNA, ASBIT IMAN (2024) IMPLIKASI YURIDIS TERHADAP KETIDAKIKUTSERTAAN PASANGAN (SUAMI ATAU ISTRI) DALAM PENANDATANGANAN PERJANJIAN KREDIT DI PT. BPR BKK PURWOKERTO CABANG LUMBIR. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Magister Kenotariatan_21301900109_fullpdf.pdf]
Preview
Text
Magister Kenotariatan_21301900109_fullpdf.pdf

| Preview Download (2MB)
[thumbnail of Magister Kenotariatan_21301900109_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21301900109_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (292kB)

Abstract

kredit suatu lembaga perbankan terlahir karena adanya suatu persetujuan
atau kesepakatan antara bank sebagai kreditur atau pemberi pinjaman dengan
nasabah sebagai debitur atau penerima pinjaman. Sebagai pengikat diantara
keduanya maka dibuatlah suatu ketentuan-ketentuan yang dituangkan dalam
suatu perjanjian kredit. Dalam hal debitur status perkawinannya adalah menikah,
maka dapat memungkinkan masing-masing antara suami atau istri dapat
melakukan perbuatan hukum atau menjalankan perjanjian kredit. Akan tetapi yang
perlu dicermati berkaitan dengan harta bersama, bahwa tanpa adanya suatu
perjanjian pemisahan harta kekayaan mengakibatkan segala hak dan kewajiban
selama perikatan perkawinan berlangsung menjadi bercampur satu sama lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur perjanjian kredit bagi debitur
yang sudah menikah, serta implikasi yuridis terhadap ketidakikutsertaan pasangan
(suami atau istri) dalam penandatanganan perjanjian kredit di PT BPR BKK
Purwokerto Cabang Lumbir.
Metode pendekatan penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah
metode penelitian hukum yuridis sosiologis. Spesifikasi penelitian ini
menggunakan deskriptif analisis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari informan yang berkaitan
dengan masalah penelitian ini. Serta data sekunder yang meliputi UUD 1945,
KUH Perdata, Undang-Undang Nomor 7 tahun 1998 tentang Perbankan, UndangUndang
Nomor
16
tahun
2019
tentang
perubahan
atas
Undang-Undang
Nomor
1

tahun
1974
tentang
Perkawinan
dan
ketentuan-ketentuan
lainnya,
buku-buku
dan

tulisan-tulisan

ilmiah pendukung lainnya. Pengumpulan data penelitian dengan
teknik wawancara dan studi pustaka. Metode analisa data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisa kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pertama, proses pelaksanaan
perjanjian kredit di bank memiliki prosesdur, proses, serta syarat-syarat yang
harus dipenuhi dari sejak diajukannya permohonan sampai dengan proses
pencairan kredit. Kedua, dalam rangka perlindungan hukum terhadap para pihak
baik kreditur maupun debitur, maka persetujuan pasangan suami/ istri dalam
pelaksanaan perjanjian kredit bagi debitur dalam status perkawinan sangatlah
dianjurkan karena hal tersebut berkaitan dengan adanya harta bersama.

Kata kunci : perjanjian kredit, debitur telah menikah, perlindungan hukum

Dosen Pembimbing: Bawono, Bambang Tri | nidn0607077601
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2024 02:08
Last Modified: 29 Apr 2024 02:08
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33478

Actions (login required)

View Item View Item