HUBUNGAN SINDROM METABOLIK DENGAN DERAJAT STENOSIS BERDASARKAN SIGNIFIKAN NON SIGNIFIKAN Studi Observasional di RSI Sultan Agung Semarang Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO) Penyakit Jantung Koroner (PJK) telah menyebabkan kematian nomor satu di dunia. Berat ringanya penyakit PJK yang diderita pasien dapat dilihat dari derajat stenosis. Mengendalikan faktor risiko dan melakukan diagnosis dini dapat membantu mencegah terjadinya PJK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Sindrom metabolik dengan derajat stenosis serta faktor risiko mana yang berhubungan dengan derajat stenosis berdasarkan skor signifikan non signifikan pada pasien PJK.
Penelitian ini menggunakan metode observasional dan desain cross sectional. Data diambil dari rekam medis di RSI Sultan Agung Semarang periode 2018 – 2021yang berjumlah 765 sample. Pengambilan sample di lakukan dengan cara total sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan regresi logistik berganda.
Pada spasien Sindrom metabolik ditemukan stenosis Signifikan dan non signifikan, pada pasien tanpa sindrom metabolik ditemukan stenosis Signifikan dan non signifikan. Pada analisis korelasi spearman diperoleh nilai p =0.024. Pada analisis multivariat faktor risiko paling berpengaruh pada kejadian
stenosis pasien PJK adalah usia, nilai OR = 3,222 .
Penelitian tersebut berkesimpulan bahwa terdapat hubungan sindrom metabolik dengan derajat stenosis berdasarkan signifikan non signifikan pada pasien PJK dan faktor yang paling mempengaruhi adalah perokok.
KATA KUNCI: Derajat Stenosis, Penyakit Jantung Koroner, Sindrom Metabolik,
Signifikan Non Signifikan
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
