Putri, Nur Aliyah Hanifah (2023) TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN UANG PANAIK DALAM PERKAWINAN ADAT BUGIS MAKASSAR DI KAMPUNG BUMI RAYA DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30301900262_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30301900262_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30301900262_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30301900262_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (206kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedudukan uang
Panaik dalam perkawinan adat Bugis-Makassar di Kabupaten Nabire Papua dan
juga kesesuaian pembayaran uang Panaik dengan hukum perkawinan di
Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis
penelitian kualitatif dengan pendekatan komunikasi serta pendekatan sosial dan
metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara.
Hasil Penelitian yang didapatkan bahwa Kedudukan uang Panaik dalam
perkawinan adat Bugis-Makassar dimulai dari proses lamaran atau prosessi cari
jalan, kemudian dilanjutkan dengan antar harta dan yang terakhir adalah prosesi
pernikahan. Dampak positif yaitu Dampak positif dari tingginya uang Panaik yang
ditentukan adalah munculnya semangat kerja dengan pergi merantau demi
memenuhi permintaan yang telah ditentukan dan Kembali setelah memiliki
sejumlah uang yang disyaratkan. Dampak negatif yaitu berakibat terjadinya
penyimpangan nilai, norma agama dan adat suku Bugis-Makassar, dampat negatif
itu berupa Tindakan yang disebut Silariang (kawin lari). Yang menentukan
tingginya uang Panaik yang ditetapkan oleh keluarga Wanita. Pembayaran uang
Panaik tersebut sesuai dengan hukum perkawinan di Indonesia, berdasarkan
Peraturan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas UndangUndang

No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Undang-undang
Dasar Tahun 1945 tentang Dasar Hukum Perkawinan. Undang-undang tersebut
tidak memiliki hubungan hukum yang jelas, karena tidak mengatur prosesi-prosesi
perkawinan adat, yang mana semua hal itu masih berada dalam ruang lingkup
hukum adat. Termasuk uang Panaik yang merupakan bagian dari penelitian adat
Bugis-Makassar, dan masyarakat diperbolehkan untuk mengatur dan
melaksanakan perkawinan sesuai dengan hukum adat yang berlaku di daerah
masing-masing.

Kata kunci : Mahar, Uang Panaik, Adat Bugis.

Dosen Pembimbing: Witasari, Aryani | nidn0615106602
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 12 Oct 2023 06:52
Last Modified: 12 Oct 2023 06:52
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/31672

Actions (login required)

View Item View Item