library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

EFEK PUASA SECARA BAIK TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE DAN 8 - HYDROXYDEOXYGUANOSINE (Studi Eksperimental pada Tikus Sprague Dawley Jantan)

Detail Tugas Akhir

EFEK PUASA SECARA BAIK TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE DAN 8 - HYDROXYDEOXYGUANOSINE (Studi Eksperimental pada Tikus Sprague Dawley Jantan)

Tyagita, Nurina (2015) EFEK PUASA SECARA BAIK TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE DAN 8 - HYDROXYDEOXYGUANOSINE (Studi Eksperimental pada Tikus Sprague Dawley Jantan). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
cover_1.pdf
PDF
Text
daftar isi_1.pdf
PDF
Text
abstrak_1.pdf
PDF
Text
daftar pustaka_1.pdf

Abstract

Pendahuluan
Konsumsi kalori berlebih meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS), stress oksidatif, dan risiko penyakit degeneratif. Sebagai upaya pencegahan, dilakukan pembatasan kalori (calorie restriction, CR). Puasa dengan baik, yaitu tidak berlebihan ketika berbuka puasa, mengurangi jumlah asupan kalori perhari, menurunkan produksi ROS dan stress oksidatif dengan indikator malondialdehyde (MDA) dan 8-oxo-7,8-dihydro-2'deoxyguanosine (8-oxodG).
Tujuan
Untuk mengetahui efek puasa yang disertai CR 70% terhadap kadar MDA dan 8-oxodG.
Metode
Sebanyak 24 tikus Sprague dawley jantan berusia 3 bulan, berat badan 250-300 gram, dikelompokkan menjadi 4 kelompok secara random. Kelompok 1-3 puasa jumlah kalori 70%, 100%, dan 140%. Kelompok 4 diet ad libitum, jumlah kalori 100%. Puasa 6 jam/hari, pada hari ke-16 diperiksa nilai MDA serum menggunakan TBARS, dan 8-oxodG urin dengan ELISA. Rancangan riset yang digunakan adalah randomized post test only control group design. Analisis data dengan one way ANOVA, dilanjutkan post-hoc LSD, tingkat signifikansi p<0.05. Ethical clearance diperoleh dari Komisi Etik FK UNISSULA. Penelitian dilakukan di laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM.
Hasil
Kadar MDA terendah (0.770 nmol/mL) pada kelompok puasa kalori 70%, diikuti kelompok puasa kalori 100% (1.298 nmol/mL), ad libitum kalori 100% (2.418 nmol/mL), dan tertinggi (3.924 nmol/mL) pada puasa kalori 140%. Kadar 8-oxodG tertinggi pada kelompok puasa jumlah kalori 70% (5.040 ng/mL), diikuti puasa kalori 100% (3.260 ng/mL), puasa kalori 140% (2.660 ng/mL), dan terendah pada ad libitum kalori 100% (2.580 ng/mL). Hasil one way ANOVA kedua variabel, MDA dan 8-oxodG, p = 0.000.
Simpulan
Puasa dengan CR 70% menurunkan kadar MDA, namun meningkatkan kadar 8-oxodG.
Kata kunci: puasa, caloric restriction 70%, MDA, 8-oxodG

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints