HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN PERILAKU KONSUMSI VITAMIN A DENGAN GEJALA RABUN SENJA Studi Observasional pada Mahasiswa UNISSULA Selama Pembelajaran dari Rumah
Berkas Tugas Akhir
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Vitamin A berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan mahasiswa yang sedang melaksanakan pembelajaran dari rumah. Metabolit aktif all-trans retinol dalam vitamin A mengalami suatu siklus yang menghasilkan rhodopsin yang dapat berdampak terhadap fungsi persepsi cahaya di mata. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku konsumsi vitamin A dengan gejala rabun senja pada mahasiswa UNISSULA selama pembelajaran dari rumah.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik yang menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Data penelitian diperoleh dengan kuesioner melalui link google form. Sampel pada penelitian berjumlah 409 responden yang merupakan mahasiswa UNISSULA Semarang yang menjalani pembelajaran dari rumah selama pandemi COVID-19. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji Chi Square.
Hasil penelitian didapatkan sebanyak 72,1% responden memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi tentang vitamin A. Sebanyak 66,7% responden memiliki perilaku konsumsi vitamin A yang baik. Sejumlah 69,4% responden mengalami gejala rabun senja yang tergolong rendah. Hasil uji chi square p=0,039 (p<0,05) untuk variabel pengetahuan tentang vitamin A dan p<0,001 untuk variabel perilaku konsumsi vitamin A, menunjukkan bahwa baik pengetahuan maupun perilaku konsumsi vitamin A berhubungan signifikan dengan gejala rabun senja.
Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku konsumsi vitamin A dengan munculnya gejala rabun senja pada mahasiswa UNISSULA yang menjalani pembelajaran dari rumah.
Kata kunci: rabun senja, pengetahuan, perilaku konsumsi, vitamin A
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
