FAKTOR RISIKO KUALITAS TIDUR PADA KEJADIAN SINDROM BURNOUT Studi Observasional Analitik pada Mahasiswa Pendidikan Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Sindrom burnout merupakan kondisi yang disebabkan oleh stres pekerjaan dalam waktu lama. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif bagi fungsi kognitif, dan pengendalian emosi yang dapat meningkatkan risiko terkena sindrom burnout . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya faktor risiko kualitas tidur pada kejadian sindrom burnout pada mahasiswa kedokteran.
Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dilakukan pada 157 mahasiswa kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Maslach Burnout Inventory - Student Survey dan Pittsburgh Sleep Quality Index yang menilai kedua variabel dalam waktu 1 bulan. Pengujian menggunakan distribusi frekuensi dan uji rasio prevalensi dengan nilai Interval Kepercayaan (IK) sebesar 95% (α=0,05).
Prevalensi kualitas tidur yang buruk dan sindrom burnout adalah 73,2% dan 21%. Hasil analisis menggunakan perhitungan rasio prevalens menunjukkan adanya peningkatan risiko sindrom burnout oleh kualitas tidur yang buruk sebesar 3,65 kali dengan interval kepercayaan 95% 1,176-11,340.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dengan kualitas tidur yang buruk berisiko 3,65 kali lebih besar mengalami sindrom burnout dibandingkan dengan yang kualitas tidurnya baik.
Kata kunci: kualitas tidur, sindrom burnout , mahasiswa kedokteran
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
