HUBUNGAN HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PSYCHOLOGICAL WELL BEING DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30901800056_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik mulai dari
140 mmHg atau tekanan diastolik mulai dari 90 mmHg yang muncul dalam dua
tipe utama yaitu hipertensi esensial dan hipertesni sekunder. Faktor terjadinya
hipertensi dapat disebabkan salah satunya karena kondisi psikologis seseorang.
Masalah psikologis yang dirasa seperti stres atau emosi. Keadaan stres atau emosi
yang terlalu banyak dapat memberikan efek pada tekanan darah tinggi karena
mempengaruhi sistem imun. Psychological well being adalah pencapaiaan penuh
dari potensi psikologis seseorang dan memiliki tujuan hidup, mampu
mengendalikan lingkungan, dapat menjalankan hubungan baik terhadap sekitar
serta dapat bertumbuh secara personal.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif non eksperimental
dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan
kuesioner. Jumlah responden sebanyak 91 orang dengan teknik Rumus Slovin.
Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan rumus chi
square.
Hasil: Berdasarkan hasil analisa dari 91 orang responden penelitian memperoleh
bahwa paling banyak responden memiliki karakteristik sebaran umur kelompok
lansia akhir 56-65 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan responden SD,
pekerjaan responden tidak bekerja, tingkat psychological well being responden
rendah, dan derajat hipertensi responden hipertensi ringan serta didapatkan nilai
p-value 0,022.
Kesimpulan: Terdapat hubungan psychological well being dengan derajat
hiperetnsi pada pasien hipertensi
Kata Kunci: Psychological well being, Hipertensi
Daftar Pustaka: 56 (2011-2021)
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
