library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PARA PIHAK DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK BERBASIS E-NOTARY PADA MASA PANDEMI COVID-19

Detail Tugas Akhir

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PARA PIHAK DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK BERBASIS E-NOTARY PADA MASA PANDEMI COVID-19

ASTUTI, DEA (2022) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PARA PIHAK DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK BERBASIS E-NOTARY PADA MASA PANDEMI COVID-19. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
21301900019_fullpdf.pdf
PDF
Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (217kB)

Abstract

Perlindungan hukum terhadap para pihak dalam pembuatan akta otentik berbasis e-notary pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diperlukannya akta otentik berbasis e-notary pada masa pandemi COVID-19 serta untuk mengetahui perlindungan hukum bagi para pihak dalam pembuatan akta otentik e-notary pada masa pandemi COVID-19.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis yuridis sosiologis yakni tinjauan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan fenomena yang berkembang di masyarakat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa E-Notary pada masa pandemi COVID 19 sangat diperlukan untuk melindungi notaris dan penghadap dari ancaman virus serta bertujuan melindungi dari pemalsuan dokumen. Penerapan konsep cyber notary di Indonesia sangat diperlukan untuk mengantisipasi keadaan darurat lain yang tidak bisa diprediksi di masa mendatang. Perlindungan para pihak dalam pembuatan akta otentik berbasis e-notary belum di atur secara khusus dalam hukum positif di Indonesia, sehingga akta yang dibuat tidak sesuai dengan ketentuan akta otentik yang diatur dalam Pasal 1868 KUHPerdata dan Undang-Undang Jabatan Notaris No.2 Tahun 2014 terkhusus pada pasal 38 UUJN dan Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN. maka kekuatan akta notaris tersebut tidak memiliki pembuktian yang sempurna layaknya akta otentik, hal tersebut tidak memenuhi syarat keotentikan suatu akta. Hingga saat ini akta elektronik hanya dianggap sebagai akta di bawah tangan yang disamakan dengan document, surat, dan sertifikat elektronik.

Kata kunci : Akta otentik, Cyber notary, Pandemi Covid-19

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints