PERAN MBAH HADI GIRIKUSUMO DALAM MENYEBARKAN TAREKAT NAQSABANDIYAH DI BANYUMENENG MRANGGEN TAHUN 1868 - 1931 M
Berkas Tugas Akhir
COVER.pdf
Restricted to Registered users only
ABSTRAK.pdf
Restricted to Registered users only
PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Registered users only
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Penelitian ini berfokus pada Peran Mbah Hadi Dalam Menyebarkan Tarekat Naqsabandiyah Di Banyumeneng Mranggen Tahun 1868-1931 M. Mbah Hadi datang ke Giriusumo untuk menyebarkan Tarekat Naqsabandiyah yang pernah ia pelajari dengan gurunya Sulaiman Zuhdi. Mbah Hadi mendirikan sebuah masjid dan juga pesantren Girikusumo pada tahun 1868 di dusun Girikusumo, pendirian pondok dan masjid itu bertujuan agar masyarakat sekitar dapat beribadah di masjid dan menuntut ilmu d pondok dengan baik. Pondok itu berdiri sampai saat ini yang sekarang, perkembangan penyebarakan tarekat Naqsabandiyah berkembang sampai saat ini dan mempunyai jamaah dari berbagai daerah. Tarekat naqsabandiyah memiliki amalan dzikir tersendiri dan berbeda, khususnya pada jamaah tarekat yang melakukan amalan tarekat. Hal ini dikarenakan tarekat naqsabandiyah mengalami perkembangan dari daerah satu ke daerah lainnya sehingga mengalami pembaharuan. Pada tahun 1931 M Mbah Hadi meninggal dunia, kepemipinan pondok dan mursyid tarekat di pegang oleh putra Mbah Hadi dan keturunannya.
Kata Kunci : Mbah Hadi Girikusumo, Tarekat Naqsabandiyah.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
