Siswoyo Putri, Riztyananda (2021) PELAKSANAAN PENUNTUTAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI KEJAKSAAN NEGERI PATI. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
![]() |
Text
cover.pdf |
![]() |
Text
publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
abstrak.pdf |
![]() |
Text
daftar isi.pdf |
![]() |
Text
bab 1.pdf |
![]() |
Text
bab 2.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
bab 3.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
bab 4.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
daftar pustaka.pdf |
![]() |
Text
lampiran.pdf |
Abstract
Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika yang bukan untuk
tujuan pengobatan, tetapi agar dapat menikmati pengaruhnya, dalam jumlah
berlebih, secara kurang lebih teratur, berlangsung cukup lama sehingga akhirnya
menyebabkan gangguan kesehatan secara fisik, gangguan kesehatan jiwa dan
kehidupan sosialnya. Jaksa sebagai pionir utama dalam melaksanakan penuntutan
pidana terhadap kasus tindak pidana. Penulisan ini membahas tentang proses
pelaksanaan penuntutan, kendala dan solusi dalam proses penuntutan pelaku
tindak pidana narkotika.
Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode
pendekatan yuridis sosiologis yaitu dengan menemukan kenyataan hukum yang
dialami di lapangan atau suatu pendekatan yang berpangkal pada permasalahan
mengenai hal yang bersifat yuridis serta kenyataan yang ada. Spesifikasi
penelitian menggunakan deskriptif analisis, sumber data primer dan data
sekunder. Kemudian data tersebut dikumpulkan dengan metode studi kepustakaan
dan studi lapangan. Hasil tersebut dianalisis menggunakan analisis kualitatif.
Proses pelaksanaan penuntutan terhadap pelaku tindak pidana narkotika
dilakukan dari adanya pelimpahan berkas perkara oleh Penyidik Kepolisian ke
Kejaksaan sampai dengan putusan oleh Hakim di Pengadilan Negeri. Kendala
dalam proses penuntutan pelaku tindak pidana narkotika meliputi: Pemenuhan
syarat formil maupun materiil dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang
dibuat oleh penyidik, muncul hal-hal baru dalam persidangan, pembuktian
berkisar pada alat bukti saksi pada saat penangkapan, Jaksa dan Hakim tidak
sepaham dalam menyelesaikan perkara, hasil tes urinee positif tetapi zat yang
digunakan bukan merupakan jenis narkotika. Kemudian, solusi atas kendala yang
dihadapi yaitu: jaksa penuntut umum harus jeli dan teliti dalam pembuatan surat
dakwaan dan keberhasilan dalam pembuktian di persidangan, penuntut umum
harus mencari bukti-bukti baru, Jaksa lebih bekerja semaksimal mungkin agar
mendapatkan informasi yang membuat terang, Jaksa dapat mengajukan banding
ke Pengadilan Tinggi dengan mengirimkan memori banding, dan penuntut umum
tetap mengajukan hasil tes urinee sebagai alat bukti surat.
Kata Kunci: Penuntutan, Tindak Pidana, Narkotika
Dosen Pembimbing: | R.Sugiharto, R.Sugiharto | nidn0602066103 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 5 UNISSULA |
Date Deposited: | 12 Jan 2022 03:17 |
Last Modified: | 12 Jan 2022 03:17 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/21337 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |