Novalia, Wisda Nugraheny (2021) HUBUNGAN ANTARA IMT DAN DERAJAT DISMENORE PADA PASIEN ENDOMETRIOSIS Studi Analitik Observasional di RSI Sultan Agung Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Text
cover.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (910kB)
Text
abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (316kB)
Text
daftar isi.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (336kB)
Text
daftar pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (484kB)
Text
lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (621kB)
Text
bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (410kB)
Text
publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (83kB)
Text
bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (625kB)
Text
bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (528kB)
Text
bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (597kB)
Text
bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (316kB)

Abstract

Endometriosis didefinisikan sebagai suatu suatu keadaan pertumbuhan jaringan endometrium di luar rongga rahim atau jaringan ektopik yang terjadi pada wanita usia reproduksi. Gejala yang paling sering dikeluhkan pasien adalah dismenore. Salah satu faktor yang berkaitan dengan derajat dismenore pada pasien endometriosis adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), endometriosis disebut sebagai estrogen dependent disease, yakni terjadi perkembangan lesi endometriotik yang distimulasi oleh hormon estrogen. Secara teori wanita dengan IMT yang tinggi seharusnya memproduksi lebih banyak estrogen dan merangsang pertumbuhan lesi endometriotik sehingga mempercepat perkembangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IMT dengan derajat dismenore pada pasien endometriosis di RSI Sultan Agung Semarang.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dengan 34 subyek pasien kista endometriosis. Data IMT didapat melalui rekam medik pasien kemudian dikategorikan menjadi IMT kurang, IMT normal, dan IMT lebih. Derajat dismenore pasien didapatkan melalui wawancara menggunakan Kuesioner Penilaian Derajat Dismenore kemudian dikategorikan menjadi derajat ringan, derajat sedang, dan derajat berat. Data dianalisis dengan Uji Spearman Rank Correlation Coeeficient. untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan derajat dismenore pada pasien endometriosis.
Didapatkan nilai p= 0,044 (p<0,05). Sedangkan untuk keeratan hubungan IMT dengan derajat dismenore pada pasien endometriosis didapatkan lemah (r = - 0,347) dan hubungan yang tidak searah.
Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang tidak searah antara IMT dengan derajat dismenore pada pasien endometriosis.
Kata kunci : Kista Endometriosis, Indeks Massa Tubuh, Dismenore

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Date Deposited: 20 Dec 2021 03:17
Last Modified: 20 Dec 2021 03:17
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/21047

Actions (login required)

View Item
View Item