Natalya Widyanarti, Eva (2021) KEDUDUKAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DALAM PERSPEKTIF BESTUURS BEVOEGDHEID (KEWENANGAN EKSEKUTIF) DI KABUPATEN CIREBON. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of cover.pdf] Text
cover.pdf

| Download (731kB)
[thumbnail of publikasi.pdf] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (391kB)
[thumbnail of abstrak.pdf] Text
abstrak.pdf

| Download (307kB)
[thumbnail of daftar isi.pdf] Text
daftar isi.pdf

| Download (307kB)
[thumbnail of bab 1.pdf] Text
bab 1.pdf

| Download (553kB)
[thumbnail of bab 2.pdf] Text
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (482kB)
[thumbnail of bab 3.pdf] Text
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (477kB)
[thumbnail of bab 4.pdf] Text
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (309kB)
[thumbnail of daftar pustaka.pdf] Text
daftar pustaka.pdf

| Download (454kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai kewenangan (bevoegdheid)
yang dimiliki oleh PPAT diantaranya untuk menggunakan stempel yang berlogo
lambang negara “Garuda Pancasila”. Hal yang menarik adalah bahwa PPAT tidak
digaji oleh Negara meskipun tergolong sebagai pejabat umum, dan PPAT
dibenarkan secara normatif untuk menerima imbalan jasa atas pekerjaan yang
dilakukannya dalam bidang pertanahan, sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Hal tersebutlah yang membuat kedudukan PPAT menjadi unik dan
berbeda dibandingkan dengan pejabat umum lainnya, baik pejabat negara atau
pejabat daerah. Kedudukan PPAT seperti yang terurai tersebut menimbulkan
implikasi lebih lanjut berkaitan dengan kewenangan dan tanggung jawab PPAT,
serta akibat hukum salah satunya terhadap akta cacat yuridis yang dibuat oleh atau
di hadapan PPAT. Rumusan masalah yang akan mengelaborasi permasalahan
tersebut adalah 1. Bagaimanakah kedudukan Pejabat Pembuat Akta Tanah
(PPAT) dalam perspektif bestuurs bevoegdheid (Kewenangan Eksekutif)? 2. Apa
sajakah kelemahan-kelemahan kedudukan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
dalam perspektif bestuurs bevoegdheid (Kewenangan Eksekutif) ? 3. Bagaimana
tanggung jawab administratif Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) terhadap akta
yang cacat yuridis dalam perspektif bestuurs bevoegdheid? Metode Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Pada dasarnya pendelegasian
sebagian kewenangan untuk melangsungkan pendaftaran tanah merupakan salah
satu bentuk implementasi bestuur bevoegdheid. Dimana bestuur bevoegdheid
yang dimaksud merupakan wewenang publik atau authority yang dimiliki BPN
selaku organ pemerintahan. BPN memperoleh kewenangan atributif dari UU No.5
Tahun 1960 untuk mengatur dan mengelola bidang pertanahan. Dalam rangka
menjalankan pengelolaan pemerintahan, BPN mendelegasikan sebagian
kewenangannya di bidang pendaftaran tanah kepada PPAT. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa PPAT memperoleh kewenangan delegasi dari BPN.
Dikatakan memperoleh kewenangan delegasi dikarenakan kedudukan BPN
sebagai badan pemerintahan lebih tinggi daripada PPAT. 2. Kelemahan yang
ditimbulkan dari kedudukan PPAT dalam perspektif bestuur bevoegdheid adalah
terjadinya tindak maladministrasi sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang
dalam pembuatan akta otentik. 3. Bentuk pertanggungjawaban administratif PPAT
terhadap akta yang cacat yuridis terbagi dalam dua ranah. Pertama, menurut Pasal
62 PP No. 24 Tahun 1997 dikenai sanksi berupa: a) Teguran; b) Peringatan; c)
Schorsing (pemberhentian sementara) dari keanggotaan IPPAT; dan d)
Pemberhentian dengan tidak hormat dari keanggotaan IPPAT. Ditambahkan pula
menurut Pasal 91 ayat (3) jo Pasal 93 UU No. 28 Tahun 2009, PPAT dapat
dikenai sanksi berupa denda dalam perpajakan. Kedua, Pasal 13 ayat (1) Permen
ATR No. 2 Tahun 2018 mengatur mengenai pengembangan pemberian jenis
sanksi pada PPAT menjadi: a) teguran tertulis; b) pemberhentian sementara; c)
pemberhentian dengan hormat; dan d) pemberhentian dengan tidak hormat.

Kata Kunci: Kedudukan PPAT, bestuur bevoegdheid

Dosen Pembimbing: Purnawan, Amin and Khisni, Akhmad | nidn0606126501, nidn0604085701
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 07 Jan 2022 06:33
Last Modified: 07 Jan 2022 06:33
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/20811

Actions (login required)

View Item View Item