Iqbal, Muhammad (2021) PERAN DAN WEWENANG NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA WARIS. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
![]() |
Text
cover.pdf |
![]() |
Text
publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
abstrak.pdf |
![]() |
Text
daftar isi.pdf |
![]() |
Text
bab 1.pdf |
![]() |
Text
bab 2.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
bab 3.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
bab 4.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
daftar pustaka.pdf |
![]() |
Text
lampiran.pdf |
Abstract
Untuk mengetahui Peran Dan Wewenang Notaris dalam Pembuatan Akta
Waris dan Untuk mengetahui serta menganalisis hambatan serta solusi oleh
Notaris dalam Pembuatan Akta Waris. Adapun data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer, data sekunder dan data tersier yang dapat
menunjang pengkajian, yang kemudian dianalisis dengan metode pendekatan
Yuridis Normatif yang secara deduktif dimulai analisa terhadap Pasal-pasal dalam
Peraturan Perundang-undangan yang mengatur tentang Peran dan Wewenang
Notaris dalam Pembuatan Akta Waris.
Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa: Peran dan Wewenang Notaris
adalah Notaris adalah memformulasikan keinginan maupun tindakan para pihak
ke dalam Akta Otentik dengan memperhatikan dan tidak melanggar ketentuan
hukum yang berlaku. Akta Otentik sebagai Akta yang mempunyai kekuatan
hukum pembuktian yang sempurna dan mengikat bagi para pihak, sehingga dalam
pembuktiannya dapat berdiri sendiri dan tidak perlu mendapat bantuan dan
tambahan alat bukti yang lain. Apabila ada pihak lawan dapat membuktikan Akta
tersebut tidak benar dengan Akta Otentik lainnya, maka kadar pembuktian Akta
Otentik dapat berkurang, sehingga perlu mendapat bantuan alat bukti tambahan
lainnya. Oleh karenanya, peran dan wewenang Notaris dalam pembuatan Akta
Waris harus berhati-hati serta teliti, agar Akta tersebut setelah dibuat tidak
menimbulkan permasalahan. Dalam pembuatan Akta Waris terdapat beberapa
yang hal yang menghabat dalam pembuatan Akta Waris seperti, Para pihak tidak
sepakat, Ahli Waris Tidak Cakap Hukum, Ahli Waris disimpan, Memberikan
Keterangan Palsu dan bisa dari Notaris itu sendiri, dimana Notaris tersebut tidak
menguasai dan tidak memahami dengan segala ketentuan Surat Keterangan Hak
Waris di Indonesia serta kurang telitinya Notaris memeriksa serta memastikan
kelengkapan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pembuatan Surat
Keterangan Hak Waris, serta solusi dalam Pembuatan Akta Waris agar terciptanya
suatu Akta yaitu Pembuatan Surat Keterangan Hak Waris menggunakan
penetapan Pengadilan, Seluruh Ahli Waris harus hadir, Ahli Waris harus jujur,
Melengkapi dokumen.
Kata Kunci: Peran dan Wewenang Notaris, Akta Waris, Hambatan dan Solusi.
Dosen Pembimbing: | Khisni, Akhmad and Sulchan, Achmad | nidn0604085701, nidn0631035702 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Masters) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana > Magister Kenotariatan |
Depositing User: | Pustakawan 5 UNISSULA |
Date Deposited: | 07 Jan 2022 06:30 |
Last Modified: | 07 Jan 2022 06:30 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/20740 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |