library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

URGENSI AKTA NOTARIS (AKTA PERJANJIAN KERJA) ANTARA PEKERJA DAN PIHAK PERUSAHAAN (PEMBERI KERJA) SEBAGAI OPTIMALISASI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG No. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN ( Studi Kasus di Kota Kendari)

Detail Tugas Akhir

URGENSI AKTA NOTARIS (AKTA PERJANJIAN KERJA) ANTARA PEKERJA DAN PIHAK PERUSAHAAN (PEMBERI KERJA) SEBAGAI OPTIMALISASI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG No. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN ( Studi Kasus di Kota Kendari)

BASRI, BASRI (2021) URGENSI AKTA NOTARIS (AKTA PERJANJIAN KERJA) ANTARA PEKERJA DAN PIHAK PERUSAHAAN (PEMBERI KERJA) SEBAGAI OPTIMALISASI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG No. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN ( Studi Kasus di Kota Kendari). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
cover.pdf
PDF
Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (586kB)
PDF
Text
abstrak.pdf
PDF
Text
daftar isi.pdf
PDF
Text
bab 1.pdf
PDF
Text
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (596kB)
PDF
Text
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (460kB)
PDF
Text
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (223kB)
PDF
Text
daftar pustaka.pdf

Abstract

Hukum perburuhan adalah hukum yang mengatur hubungan antara
buruh/pekerja, pengusaha dan pemerintah. Hukum perburuhan berfungsi
melindungi kepentingan buruh dari kekuasaan tidak terbatas pihak
majikan/pengusaha /pemberi kerja (soepomo,1999:8-9). Untuk menghindari
kesewenagan dalam hubungan pengusaha dan buruh, perlu campur tangan
pemerintah melalui peraturan perundang-undangan. Aparat pemerintah
mendorong pihak pengusaha dan buruh untuk melaksanakan peraturan perburuhan
serta mengawasinya. Setiap pelanggaran peraturan perburuhan dapat dikenakan
sanksi baik sanksi administrasi maupun sanksi pidana (denda dan penjara).
Hukum perburuhan diatur dalam berbagai perundang-undangan termasuk
yang dihasilkan pengusaha dan buruh melalui perundingan seperti perjanjian kerja
(PK), perjanjian kerja bersama (PKB), atau berupa peraturan perusahaan (PP).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa urgensi akta perjanjian
kerja dan Seberapa pentingkah harus dibuatkannya akta perjanjian kerja terhadap
dunia ketenagakerjaan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis
sosiologis, penelitian yang dilakukan terhadap kenyataan nyata pekerja,
pengusaha serta peran pemerintah dalam membangun hukum ketenagakerjaan
yang lebih baik.
Bahwa sebahagian hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha sudah diatur
dalam undang-undang ketenagakerjaan, akan tetapi tidak dituangkan dalam suatu
perjanjian maupun akta Notaris, bahwa dalam dunia ketenagakerjaan sudah
sering terdapat beberapa pelanggaran terhadap aturan ketenagakerjaan dan juga
pelanggaran terhadap pekerja sehingga Pentingnya akta perjanjian kerja Antara
Pekerja dan Pihak Perusahaan (Pemberi Kerja) adalah agar hak dan kewajiban
kedua belah pihak dapat diketahui secara bersama bersama dan juga akta notaris
(akta perjanjian kerja) antara pekerja dan pihak perusahaan (pemberi kerja) dapat
menjadi bukti yang outentik bagi kedua belah pihak, dan juga agar pekerja dan
pengusaha lebih taat dan patuh terhadap aturan yang menyangkut tentang
ketenagakerjaan dan Urgensi akta notaris adalah untuk pembangunan hukum
ketenagakerjaan agar lebih baik kedepannya, dan agar lebih meminimalisir
pelanggaran ketenagakerjaan.

Kata Kunci : urgensi akta notaris (akta perjanjian kerja)

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints