ANALISIS KINERJA LALU LINTAS DI KAWASAN JATINGALEH PASCA KONSTRUKSI UNDERPASS DIOPERASIKAN
Berkas Tugas Akhir
cover.pdf
Restricted to Registered users only
abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
daftar isi.pdf
Restricted to Registered users only
daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only
bab 1.pdf
Restricted to Registered users only
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Arus lalu lintas yang berada di kawasan Jatingaleh Semarang sangatlah padat dengan pertumbuhan kendaraan di setiap tahunnya yang juga bertambah. Sekitar kawasan Jatingaleh terdapat pasar, perkantoran perumahan dan merupakan akses jalan menuju tempat pendidikan. Sebelum adanya Underpass, antrian kendaraan yang melintas cukup panjang (macet). Kemudian pada saat konstruksi Underpass di ruas Jalan Teuku Umar dan ruas Jalan Setiabudi sama – sama berada dalam tingkat pelayanan F yaitu arus dipaksakan, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, antrian panjang (macet). Setelah dioperasikan pasca pembangunan Underpass Jatingaleh kurang lebih 2 tahun dampak yang ditimbulkan cukup berpengaruh bagi arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini metode tersebut digunakan untuk mendeskripsikan kinerja lalu lintas Underpass Jatingaleh yang berada di Jalan Setiabudi dan Jalan Teuku Umar sebelum konstruksi, saat konstruksi dan pasca konstruksi sehingga diperlukan adanya pendekatan kuantitatif untuk menentukan kapasitas jalan dan kuantitasnya dalam menghitung pertumbuhan volume lalu lintas di kawasan Underpass Jatingaleh. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Kinerja Ruas Jalan dengan menggunakan MKJI, 1997.
Hasil analisis pasca konstruksi Underpass di ruas Jalan Teuku Umar dan ruas Jalan Setiabudi telah masuk dalam tingkat pelayanan D yaitu arus mendekati tidak stabil, kecepatan masih dapat dikendalikan, V/C masih dapat ditolerir dan dua simpangan tak bersinyal yaitu Simpang Kesatrian dan Simpang Jatingaleh berada dalam derajat kejenuhan B yang berarti arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas.
Kata kunci : Underpass Jatingaleh, Kinerja Ruas Jalan dan Derajat Kejenuhan
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
