ANALISIS PENGARUH RENDAMAN AIR PASANG ( ROB) TERHADAP ASPAL WEARING COURSE
Berkas Tugas Akhir
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Fenomena air pasang yang terjadi di wilayah pesisir Indonesia, Khususnya di Pulau Jawa yang sering mengakibatkan banjir atau sering di sebut banjir pasang.Banjir pasang merupakan suatu kejadian banjir yang disebabkan oleh luapan pasang air laut ke daratan pesisir. Seringkali luapan itu mencapai di beberapa jalan yang terletak di wilayah pesisir sehingga jalan yang terletak di wilayah pesisir tersebut mengalami kerusakan.Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menyelidiki efek yang disebabkan oleh air genangan air pasang terhadap perkerasan jalan. Penelitian menggunakan dua metode standar perendaman dalam air pasang dan air di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja daya tahan campuran merendam secara terus menerus (kontinu) dan periodik (intermitten). Merendam spesimen (benda uji) di dalam air pasang dengan variasi waktu 12 jam; 24 jam; 48 jam; dan 72 jam. Sementara perendaman periodik dilakukan dengan merendam spesimen (benda uji) selama 12 jam, kemudian diangkat dan didiamkan selama 12 jam berikutnya selama 3 hari. Merendam campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) baik secara menerus atau berkala di dalam air pasang memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan penggunaan air laboratorium. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Kemampuan Kemampuan (Stability) campuran aspal pada rendaman dengan air pasang lebih kecil dibandingkan campuran aspal yang direndam dengan air standar laboratorium .
Kata kunci: Banjir pasang, perendaman, daya tahan, Asphalt Concrete Wearing Course.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
