Mandala, I Dewa Made Sarwa (2020) IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi di Kepolisian Resor Kota Besar Semarang). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

| Download (784kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

| Download (11kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

| Download (27kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

| Download (402kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (727kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (433kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (9kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

| Download (234kB)
[thumbnail of publikasi.pdf] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (340kB)

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan sudah termasuk dalam tindakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Kekerasan dalam pandangan ilmu semakin menggejala dan menyebar luas frekuensi kejahatan yang diikuti dengan kekerasan dalam masyarakat, semakin tebal keyakinan masyarakat akan penting dan seriusnya kejahatan semacam ini. Yang dimaksud kejahatan kekerasan adalah jika kekerasan yang digunakan sedemikian rupa sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan, baik fisik atau pun psikis adalah kekerasan yang bertentangan dengan hukum.
Tujuan dalam penilitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan : 1) Yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga, 2) Faktor-faktor yang menghambat Implementasi Penegakan Hukum Pidana dalam Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga di wilayah hukum POLRESTABES Semarang, 3) Implementasi Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Wilayah Hukum POLRESTABES Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyebab terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dikarenakan beberapa faktor : budaya patriarki yang mendudukkan laki-laki sebagai makhluk superior dan perempuan sebagai makhluk interior, pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama sehingga menganggap laki-laki boleh menguasai perempuan, peniruan anak laki-laki yang hidup bersama ayah yang suka memukul, biasanya akan meniru perilaku ayahnya. Faktor-faktor yang menghambat Penegakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga, antara lain : beda pemahaman antar penegak hukum terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Lamanya rentang waktu antara kejadian dan visum , sehingga hasil visum menjadi kurang mendukung terhadap proses hukum, kasus yang dilaporkan korban, kerapkali tidak ditindaklanjuti, karena korban ragu-ragu atau tidak mengerti bahwa hal yang dilaporkan itu adalah tindak pidana. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga, antara lain : perintah perlindungan terhadap korban serta perintah pembatasan gerak sementara terhadap pelaku, memberikan bantuan hukum bagi korban dan perlindungan bagi saksi.

Kata Kunci : Penegakan Hukum, Tindak Pidana, Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dosen Pembimbing: Ma’ruf, Umar and Wahyuningsih, Sri Endah | nidn0617026801, nidn0628046401
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 20 Apr 2021 07:40
Last Modified: 20 Apr 2021 07:40
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/19809

Actions (login required)

View Item View Item