PENGARUH ORIENTASI RELIGIUS TERHADAP RASA BERSYUKUR (GRATITUDE) DENGAN ANCAMAN KEMATIAN SEBAGAI VARIABEL MODERATOR
Berkas Tugas Akhir
Cover.pdf
Restricted to Registered users only
Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Daftar Isi.pdf
Restricted to Registered users only
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi religius
terhadap rasa bersyukur dengan ancaman kematian sebagai variable moderator.
Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 99 mahasiswa diukur orientasi religius
yang dimiliki untuk menentukan kategori intrinsik, ekstrinsik, atau ambigu
(Allport dan Ross, 1967), selanjutnya secara random menerima manipulasi
ancaman kematian lalu diukur tingkat rasa syukur yang dimiliki (Watkins, dkk,
2003).
Hasil uji hipotesis menggunakan anava dua jalur menunjukkan bahwa
tidak ada pengaruh orientasi religius terhadap rasa bersyukur dengan ancaman
kematian sebagai variabel moderator (F= 0.759, df=2, p = 0.471). Secara spesifik,
dapat dilihat bahwa memang tidak ada perbedaan rasa syukur pada partisipan
dengan orientasi religius intrinsik dengan dan tanpa ancaman kematian (t= -1.128,
df=54 , p=0.264); tidak ada perbedaan yang signifikan rasa syukur pada partisipan
dengan orientasi religius ekstrinsik dengan dan tanpa ancaman kematian (t -0.401,
df=7 p=0.700); tidak ada perbedaan yang signifikan rasa syukur pada partisipan
dengan orientasi religius ambigu dengan dan tanpa ancaman kematian (t 0.647,
df=32 , p=0.522). Penyebab utama tidak terbuktinya hipotesis adalah sulitnya
mendapatkan subyek dengan kategori ekstrinsik karena partisipan merupakan
mahasiswa universitas Islam yang mana simbol agama merupakan konsumsi
sehari-hari jadi ada atau tidaknya ancaman kematian tidak berpengaruh pada rasa
syukur. Kelemahan-kelemahan dan saran bagi penelitian mendatang juga
didiskusikan.
Kata kunci: ancaman kematian.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
