ANALISIS PEMASANGAN PROTEKSI PETIR ELEKTROSTATIS YANG TERPASANG PADA GEDUNG AUDITORIUM DAN GKB UNISSULA
Berkas Tugas Akhir
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Hari guruh di Indonesia khususnya kota semarang dapat terjadi
didataran tinggi maupun didataran rendah, tergantung arah hembusan angin.
Guruh berasal dari awan cumulonimbus yang terbentuk dari gumpalan awan
dengan ukuran vertikal hingga mecapai 14 km dan ukuran horizontal 1,5-7,5 km.
Bangunan tinggi sangat rentan dan berpotensi terkena sambaran petir yang akan
mengakibatkan kerusakan hingga terjadinya korban jiwa. Maka diperlukan
proteksi petir pada gedung.
Gedung auditorium dan GKB (gedung kuliah bersama) yang belum lama
didirikan,menggunakan proteksi petir jenis elektrostatis dan produk tersebut
mempunyai tipe radius 25 m, 60 m, 125 m. Maka dari tipe produk tersebut dapat
dianalisa luas radius (zona proteksi) dengan metode ESE (Early Streamer
System) dan tipe proteksi petir mana yang cocok (efektif) untuk memproteksi
gedung auditorium dan GKB UNISSULA.
Hasil penelitian radius 125 m pada gedung auditorium sudah efektif
karena melindungi gedung itu sendiri dan beberapa area sekelilinganya. Proteksi
petir internal dan sistem grounding pada gedung auditorium dan GKB belum
sepenuhnya diimplementasikan berdasarkan SNI 03-7015-2004.
Kata kunci : Analisa Radius Proteksi, Proteksi Petir Elektrostatis, Sistem
Pentanahan Gedung
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
