HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DENGAN INKONTINENSIA URIN
Berkas Tugas Akhir
S1 Ilmu Keperawatan_30901602049_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
bab 6.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Inkontinensia urin menyebabkan gangguan fungsi kandung kemih sering dijumpai pada lanjut usia yang dapat memunculkan masalah seperti kesehatan psikologi dan sosial. Depresi yang tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup akan sangat rendah jika aspek dari kualitas hidup itu sendiri tidak terpenuhi.
Metode: Jenis penelitian deskriptif korelasi. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 42 responden diambil dengan total sampling. Menggunakan uji lambda.
Hasil:Mayoritas lansia mengalami tingkat depresi berat (52,4%) dan kualitas hidup tidak baik (76,2%). Lansia mengalami tingkat depresi berat beresiko mempunyai kualitas hidup tidak baik dengan p-value: 0,038.
Simpulan: Ada hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada lansia dengan inkontinensia urin.
Kata Kunci: tingkat depresi, kualitas hidup, lansia, inkontinensia urin.
Daftar Pustaka: 32 (2005-2018)
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
