Adiyanti, Etika Sukma (2020) FILSAFAT HARMONI PADA KOTA LAMA KUDUS DAN MASA KOLONIAL (TELAAH PERBANDINGAN). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of cover.pdf] Text
cover.pdf

| Download (66kB)
[thumbnail of abstrak.pdf] Text
abstrak.pdf

| Download (122kB)
[thumbnail of bab 1.pdf] Text
bab 1.pdf

| Download (348kB)
[thumbnail of bab 2.pdf] Text
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (233kB)
[thumbnail of bab 3.pdf] Text
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (131kB)
[thumbnail of bab 5.pdf] Text
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (21kB)
[thumbnail of bab 4.pdf] Text
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (1MB)
[thumbnail of publikasi.pdf] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (153kB)
[thumbnail of daftar pustaka.pdf] Text
daftar pustaka.pdf

| Download (20kB)

Abstract

Kejayaan Kudus yang dahulunya dikenal dengan nama Tajug menurun sepeninggal Sunan Kudus tahun 1550 dan berakhir ketika kerajaan Mataram Islam mulai menguasai hampir seluruh daerah-daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pangeran Puger yang saat itu menjabat sebagai wakil penguasa Mataram di Demak dan sekitarnya melakukan pemberontakan terhadap raja di Mataram namun kalah akhirnya diasingkan di Kudus hingga wafat dan dimakamkan di desa Dema’an. Pada masa itulah Kudus berubah menjadi salah satu pemasok beras utama bagi kerajaan Mataram. Pola perkotaan yang berubah memberikan dampak terhadap sosial-budaya masyarakat Kudus. Sehimgga untuk menjawab tujuan dari penelitian yaitu mengetahui pola tata kota Masa Sunan dan Masa Kolonial serta melihat bagaimana perubahan dan dampak yang muncul paska kekuasaan Belanda, maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan sumber primer dan sekunder yang ada, sehingga kemudian dapat dilakukan perbandingan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pola kota Kudus yang dahulu dengan konsep GUSJIGANG (Bagus, Ngaji, Dagang) oleh Sunan Kudus telah berubah dengan konsep polarisasi oleh Kolonial Belanda. Hingga pada abad 18 Kudus berada dibawah kekuasaan Belanda dan dijadikan daerah setingkat Kabupaten. Perkembangan kota berpindah ke daerah baru di sebelah timur Kaligelis (dikenal dengan sebutan Kudus Wetan) yaitu pada abad 19. Hal tersebut memberikan dampak pada semangat sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Kudus Kulon.

Kata Kunci: Kota Lama Kudus, Gusjigang, Masa Kolonial, Tata Kota.

Dosen Pembimbing: Irfan, Agus and Sarjuni, Sarjuni | nidn0601088402, nidn0623066901
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Agama Islam
Fakultas Agama Islam > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 11 Sep 2020 06:23
Last Modified: 11 Sep 2020 06:23
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/17555

Actions (login required)

View Item View Item