HUBUNGAN KEDALAMAN ABLASI KORNEA DENGAN KELUHAN MATA KERING PASCA FS - LASIK Studi Observasional Analitik pada Pasien LASIK di Sultan Agung Eye Center (SEC) RSI Sultan Agung Semarang
Berkas Tugas Akhir
Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Operasi FS-LASIK (femtosecond-laser in situ keratomileusis) merupakan suatu tindakan mengubah struktur kornea dengan membuat flap menggunakan laser femtosecond, dilanjutkan ablasi kornea menggunakan laser excimer. Mata kering merupakan keluhan yang sering terjadi pada pasien pasca tindakan FS-LASIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedalaman ablasi kornea dengan keluhan mata kering pada pasien pasca FS-LASIK di SEC RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian observasional analitik dengan rancangan riset cross sectional ini menggunakan sampel 96 mata pasien pasca FS-LASIK di SEC RSI Sultan Agung Semarang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data kedalaman ablasi kornea didapat melalui rekam medis, selanjutnya pasien dilakukan anamnesis melalui telepon dengan kuesioner OSDI. Data penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 74 % pasien mengalami keluhan mata kering dan sebanyak 26 % pasien tidak mengalami keluhan mata kering. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan bermakna antara kedalaman ablasi kornea dengan keluhan mata kering pasca FS-LASIK (p=0,00). Nilai kekuatan korelasi antara kedua variabel adalah sedang dengan nilai (r)=0,589. Terdapat hubungan antara kedalaman ablasi kornea dengan keluhan mata kering pasca FS-LASIK, dengan keeratan hubungan sedang.
Kata kunci: keluhan mata kering, FS-LASIK, ablasi kornea
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
