Sitompul, Raja Induk (2019) Rekonstruksi Ideal Penyelesaian Perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pada Masyarakat Batak Di Tapanuli Utara Berbasis Nilai Keadilan. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
![]() |
Text
cover.pdf |
![]() |
Text
abstrak.pdf |
![]() |
Text
daftar isi.pdf |
![]() |
Text
publikasi.pdf |
![]() |
Text
bab I.pdf |
![]() |
Text
bab II.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
bab III.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
bab IV.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
bab V.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
bab VI.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
daftar pustaka.pdf |
Abstract
Penyelesaian sengketa kekerasan dalam rumah tangga dengan pemidanaan
menurut hukum positif berdampak atau menimbulkan penderitaan lain bagi korban yang
tidak lain merupakan relasi sangat dekat dengan pelaku, kehidupan sehari-hari rumah
tangga menjadi semakin berat karena salah satu anggota keluarga harus dipidana untuk
mempertanggungjawabkan perbuatan terhadap anggota keluarga yang lain, antara
pelaku dan keluarganya (yang juga merupakan korban) hidup terpisahkan oleh tembok
penjara, nafkah korban akan terganggu, dan terjadi keretakan dalam hubungan keluarga.
Penjatuhan sanksi pidana kepada pelaku kekerasan dalam rumah tangga juga akan
memelihara suasana konflik antara pelaku dengan korbannya yang tidak lain adalah
keluarganya sendiri (atau orang yang menurut aturan hukum harus dianggap sebagai
keluarga). Terpeliharanya suasana konflik tersebut jelas akan mempersulit tercapainya
salah satu tujuan dari penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, yaitu memelihara
keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera. Untuk perlu dilakukan
Rekonstruksi Ideal Penyelesaian Perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pada
Masyarakat Batak di Tapanuli Utara Berbasis Nilai Keadilan.
Penelitian bersifat yuridis normatif dan empiris, dengan melakukan analisis
terhadap permasalahan dan penelitian melalui pendekatan terhadap asas hukum serta
mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan, serta
melihat perilaku hukum sebagai pola perilaku masyarakat sebagai kekuatan sosial.
Rekonstruksi ideal penyelesaian perkara kekerasan dalam rumah tangga pada
masyarakat Batak di Tapanuli Utara berbasis nilai keadilan, yaitu harus terlebih dahulu
diselesaikan melalui peradilan adat oleh Dalihan na Tolu, serta aparat penegak hukum
baik dalam proses penyidikan, penuntutan dan pengadilan wajib mengenyampingkan
proses peradilan pidana terhadap adanya perdamaian dalam penyelesaian oleh Dalihan
na Tolu. Hal ini dilakukan dengan rekosntruksi Pasal 19 Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2004 dengan penambahan pada ayat (2) dan (3), yaitu : (1) Kepolisian wajib
segera melakukan penyelidikan setelah mengetahui dan menerima laporan tentang
kekerasan dalam rumah tangga. (2) Apabila dari hasil penyelidikan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat ditingkatkan kepada penyidikan, maka sebelum
melakukan penyidikan, wajib memberikan kesempatan agar diselesaikan terlebih dahulu
berdasarkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat. (3) Penegak hukum baik dalam
proses penyidikan, penuntutan dan pengadilan wajib mengenyampingkan proses
peradilan pidana terhadap adanya perdamaian dalam penyelesaian berdasarkan nilainilai yang hidup di dalam masyarakat.
Kata Kunci:Dalihan na Tolu,Kekerasan Dalam Rumah Tangga,dan
Keadilan.
Dosen Pembimbing: | I Gusti, I Gusti and Kusriyah, Sri | UNSPECIFIED, nidn0615076202 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Doctoral) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Program Doktor Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 06 Mar 2020 03:54 |
Last Modified: | 06 Mar 2020 03:54 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/17224 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |