REDESAIN GEDUNG RSUP DR. KARIADI SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Pembangunan gedung di daerah indonesia sekarang sudah mulai marak di bangun,oleh sebab itu sekarang sudah banyak rancangan/jenis bangunan yang di gunakan untuk meminimalisir gempa.Perencenaan gedung ini menggunakan metode isolation bearing dan membandingkan denganyang tidak menggunaka isolation bearings. Perangkat lunak yang di gunakan dalam perencanaan desaign ini adalah SAP 2014 dan ETABS. Percanaan ini menggunakan sistem isolation bearings dengan kerangka baja yang diagonal, peraturan pembebanan Indonesia (PBI), gempa SNI 1729 – 2012 mengenai tata cara penahanan gempa gedung dan non gedung. Dengan pemilihan system isolation bearings di harapkan gedung dapat berperilaku menahan daya reaksi gempa hingga 70% sehingga gedung tidak mudah runtuh saat terjadi gempa skala sedang. Berdasarkan hasil analisa struktur bangunan menggunakan metode islation bearings dengan menggunakan perangkat lunak SAP 2014 dan ETABS.Hasil analisis tersebut di gunakan untuk mengetahui kontrol waktu getar struktur dan mendesein elemen struktur.Pada konsep SRPMK (sistem rangka pemikul momen khusus) maka reduksi gempa R yang di ambil sebesar 8 yang artinya 1/8 dari daya gempa ketentuan tersebut di jelaskan dalam SNI 03-2847-2002.
Kata Kunci : tahan gempa, gedung
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
