Ningrum, Ika Yulia (2019) TINJAUAN YURIDIS PROSES PEMBEBANAN HAK TANGGUNGAN PADA TANAH YANG BELUM DIDAFTARKAN DI KABUPATEN SEMARANG. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of cover.pdf] Text
cover.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of abstrak.pdf] Text
abstrak.pdf

| Download (13kB)
[thumbnail of daftar isi.pdf] Text
daftar isi.pdf

| Download (13kB)
[thumbnail of publikasi.pdf] Text
publikasi.pdf

| Download (377kB)
[thumbnail of bab I.pdf] Text
bab I.pdf

| Download (444kB)
[thumbnail of bab II.pdf] Text
bab II.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (529kB)
[thumbnail of bab III.pdf] Text
bab III.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (361kB)
[thumbnail of bab IV.pdf] Text
bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (21kB)
[thumbnail of daftar pustaka.pdf] Text
daftar pustaka.pdf

| Download (168kB)

Abstract

UUHT Memberikan Kesempatan Bagi Pemilik Hak Atas Tanah Yang
Belum Bersertifikat Untuk Menjaminkan Hak Atas Tanahnya Dengan Hak
Tanggungan. Hal ini disebutkan dalam Pasal 10 ayat (2) UUHT yang menyatakan
bahwa apabila Objek Hak Tanggungan Berupa Hak Atas Tanah Yang Berasal
Dari Konversi Hak Lama Yang Telah Memenuhi Syarat Untuk Didaftarkan Akan
Tetapi Pendaftarannya Belum Dilakukan, Pemberian Hak Tanggungan Dilakukan
Bersamaan Dengan Permohonan Pandaftaran Hak Atas Tanah Yang
Bersangkutan. Meskipun dalam Peraturan Perundang-Undangan dimungkinkan
Pembebanan Hak Tanggungan Terhadap Tanah Yang Belum Bersertifikat, Namun
Pada Umumnya Pemilik Hak Atas Tanah Yang Belum Bersertifikat Mengalami
Kesulitan Karena Pada Umumnya Kreditur Menghendaki Tanah Yang Sudah
Bersertipikat Karena Sudah Ada Bukti Kuat Adanya Kepemilikan Hak Atas
Tanah. Hal Demikian Menjadikan Kendala Bagi Pemilik Hak Atas Tanah Yang
Belum Bersertifikat, apabila ingin Memperoleh Dana Dari Pihak Lain, Yaitu
Kreditur.
Penelitian ini Bertujuan untuk Menganalisis Proses Pembebanan Hak
Tanggungan Pada Tanah yang Belum Didaftarkan di Kabupaten Semarang,
Hambatan yang Muncul dalam Proses Pembebanan Hak Tanggungan Pada Tanah
Yang Belum Didaftarkan di Kabupaten Semarang dan Solusi untuk Mengatasi
Hambatan Yang Muncul Dalam Proses Pembebanan Hak Tanggungan Pada
Tanah Yang Belum Didaftarkan di Kabupaten Semarang.
Penelitian ini Menggunakan Metode Pendekatan Yuridis Empiris, yaitu
Pendekatan dengan Mengkaji Peraturan Perundang-undangan yang Berkaitan
dengan Permasalahan yang akan dibahas, dan juga dilakukan Pendekatan
Lapangan untuk Memperoleh Informasi Sebagai Bahan Penunjang. Spesifikasi
Penelitian ini adalah Deskriptif Analitis yaitu Menggambarkan Peraturan
Perundang-undangan yang Berlaku dikaitkan dengan Teori-teori Hukum dan
praktek pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan tersebut.
Berdasarkan Hasil Penelitian diperoleh Hasil Bahwa Pelaksanaan
Pembebanan Hak Tanggungan terhadap Tanah yang belum Bersertifikat dalam
Prakteknya tidak Pernah dilakukan Bank dengan Membuat APHT secara
Langsung terhadap Tanah-tanah yang belum Bersertifikat. Bank dalam hal ini
Hanya Sebatas Membuat SKMHT saja. Hambatan yang Muncul dalam Proses
Pembebanan Hak Tanggungan pada Tanah yang Belum didaftarkan di Kabupaten
Semarang adalah Ketika Pemberi Hak Tanggungan sudah Meninggal, Kesalahan
Penulisan dan Pemasangan Hak Tanggungan Peringkat 2 (dua). Solusinya adalah
Penjualan Bawah Tangan, Pembetulan tulisan dan Pengecekan Sertifikat Hak atas
Tanah yang Baru.

Kata Kunci : Pendaftaran Tanah, Hak Tanggungan

Dosen Pembimbing: Djauhari, Djauhari | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 05 Mar 2020 06:02
Last Modified: 05 Mar 2020 06:02
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/16884

Actions (login required)

View Item View Item