Nugraha, Octadikho Mega (2019) PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA LATIHAN FISIK KOMBINASI DENGAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN NILAI VO2MAX PEMAIN SEPAK BOLA JUNIOR DI PEDURUNGAN SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
![]() |
Text
COVER.pdf |
![]() |
Text
ABSTRAK.pdf |
![]() |
Text
DAFTAR ISI.pdf |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf |
![]() |
Text
BAB I.pdf |
![]() |
Text
Publikasi.pdf |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
VO2max merupakan kemampuan olah daya aerobic terbesar yang dimiliki seseorang. Hal ini ditentukan oleh jumlah zat asam (O2) yang paling banyak dapat dipasok oleh jantung, pernapasan pada setiap menitnya. Permasalahan yang terjadi pada Sekolah Sepak Bola Elang Timur adalah sering terjadinya kelelahan saat pertandingan dan latihan, VO2max pemain masih rendah. Program pelatihan yang diberikan pada pemain sepak bola dalam meningkatkan VO2max anatara lain adalah Latihan Fisik Kombinasi dan Circuit Training. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efektivitas Latihan Fisik Kombinasi dan Circuit Training terhadap peningkatan VO2max. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan Pre and Post Test Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain SSB Elang Timur yang terdiri atas 40 pemain usia 10-16 tahun, dengan subjek penelitian di kelompokan menjadi dua kelompok masing-masing kelompok 20 orang. Kelompok pertama dilatih menggunakan metode Latihan Fisik Kombinasi dengan peningkatan VO2max dan kelompok kedua menggunakan metode Circuit Training dengan peningkatan VO2max. Uji analisis statistik menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent t-Test. Hasil penelitian kelompok Latihan Fisik Kombinasi dan Circuit Training didapatkan hasil yang sama pada uji Paired t-Test dan independent t-Test dengan p=0,000 (p< 0,05) artinya terdapat perbedaan antara nilai sebelum perlakuan dengan setelah perlakuan. Peningkatan rerata VO2max metode Latihan Fisik Kombinasi meningkat sebesar 28,89%, sedangkan untuk metode Circuit Training mengalami peningkatan sebesar 21,32%. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan metode Latihan Fisik Kombinasi lebih efektif dibandingkan dengan metode Circuit Training.
Kata Kunci: VO2max, Latihan Fisik Kombinasi, Circuit Training
Dosen Pembimbing: | Sari, Rita Kartika and Zulaikhah, Siti Thomas | nidn0620047803, nidn0620056403 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
Divisions: | Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter |
Depositing User: | Pustakawan 5 UNISSULA |
Date Deposited: | 26 Feb 2020 04:51 |
Last Modified: | 26 Feb 2020 04:51 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/16403 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |