HUBUNGAN KEBISINGAN TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA CV MANGGALA JATI KLATEN
Berkas Tugas Akhir
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Penggunaan mesin-mesin industri berpotensi menghasilkan tingkat kebisingan yang melebihi ambang batas dan mempengaruhi kondisi fisik para pekerja. Kondisi fisik yang ditemui bisa berupa kelelahan. Kelelahan pekerja dapat mengakibatkan penurunan ketahanan daya tubuh, kecelakaan dan penurunan kapasitas kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebisingan dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja CV Manggala Jati Klaten. Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 35 pekerja umur 18-50 tahun di CV Manggala Jati Klaten. Tingkat kebisingan diukur dengan alat sound level meter dibedakan sebagai bising (≥ 70 dB) dan tidak bising (< 70 dB). Kelelahan kerja diukur dengan kuesioner ukur perasaan kelelahan kerja (KUPK2). Uji chi square dan korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan dan kekuatan hubungan kebisingan dengan kelelahan kerja. Hasil: pada pekerja di lokasi bising, tingkat kelelahan berat adalah yang terbanyak (40,0%). Pada pekerja di lokasi tidak bising, tingkat kelelahan ringan adalah yang terbanyak (41,4%). Uji chi square menghasilkan nilai p=0,000 dengan nilai r = 0,670. Kesimpulan: ada hubungan kebisingan dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja CV Manggala Jati Klaten.
Kata kunci : Kelelahan Kerja, Intensitas Kebisingan
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
