PERAN KEPOLISIAN DALAM PROSES PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG KHUSUSNYA EKSPLOITASI SEKSUAL TERHADAP WANITA DAN ANAK (STUDI KASUS DI POLRESTABES SEMARANG)
Berkas Tugas Akhir
cover.pdf
Restricted to Registered users only
abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
daftar isi.pdf
Restricted to Registered users only
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
bab I.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
bab III.pdf
Restricted to Registered users only
bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Hukum merupakan suatu alat/pegangan/pedoman yang mengatur kehidupan
masyarakat di suatu negara untuk menjaga ketertiban masyarakat serta menjamin
kesejahteraan masyarakat. Namun, maraknya eksploitasi seksual terhadap wanita
dan anak tentunya membutuhkan peranan penting dari aparat penegak hukum
yaitu dalam hal ini adalah penyidik Polri. Urgensi penulisan yang berjudul “Peran
Kepolisian Dalam Proses Penyelidikan Dan Penyidikan Tindak Pidana
Perdagangan Orang Khususnya Eksploitasi Seksual Terhadap Wanita Dan Anak”
bertujuan: 1) Untuk mengetahui peran Kepolisian dalam proses penyelidikan dan
penyidikan tindak pidana perdagangan orang khususnya eksploitasi seksual
terhadap wanita dan anak di Polrestabes Semarang; 2) Untuk mengetahui faktorfaktor
yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang
khususnya eksploitasi seksual terhadap wanita dan anak di Polrestabes Semarang;
3) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Kepolisian dalam
proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana perdagangan orang khususnya
eksploitasi seksual terhadap wanita dan anak di Polrestabes Semarang serta untuk
menemukan solusinya.
Metode penelitian yang digunakan dalam menyusun penulisan ini dengan
menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, yaitu penulisan yang tidak hanya
menggunakan peraturan perundang-undangan, asas-asas hukum dan prinsipprinsip
dalam meninjau, melihat dan menganalisa masalah-masalah, melainkan
penelitian ini juga meninjau bagaimana pelaksanaannya dalam prakteknya.
Hasil penelitian dari penulisan ini menunjukkan bahwa: 1) Peran Kepolisian
dalam proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana perdagangan orang
khususnya eksploitasi seksual terhadap wanita dan anak di Polrestabes Semarang
sudah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku; 2) Faktor yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan
orang khususnya eksploitasi seksual terhadap wanita dan anak di Polrestabes
Semarang yaitu faktor ekonomi dan sumber daya manusia; 3) Hambatan yang
dihadapi oleh Kepolisian dalam proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana
perdagangan orang khususnya eksploitasi seksual terhadap wanita dan anak di
Polrestabes Semarang yaitu tidak kooperatifnya pelaku/saksi/korban dalam
memberikan keterangan saat pemeriksaan.
Kata Kunci: Kepolisian, Eksploitasi Wanita dan Anak
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
