library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KEDELAI HITAM (Glycine Soja) TERHADAP KADAR BILIRUBIN Studi Eksperimental Terhadap Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi dengan Boraks 40 mg

Detail Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KEDELAI HITAM (Glycine Soja) TERHADAP KADAR BILIRUBIN Studi Eksperimental Terhadap Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi dengan Boraks 40 mg

KHUSNA, DYAN SYIFAUL (2019) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KEDELAI HITAM (Glycine Soja) TERHADAP KADAR BILIRUBIN Studi Eksperimental Terhadap Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi dengan Boraks 40 mg. Other thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Cover.pdf
PDF
Text
Abstrak.pdf
PDF
Text
Daftarisi.pdf
PDF
Text
pernyataan_publikasi.pdf
PDF
Text
babI.pdf
PDF
Text
babII.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (243kB)
PDF
Text
babIII.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (667kB)
PDF
Text
babIV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (195kB)
PDF
Text
babV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (94kB)
PDF
Text
daftar_pustaka.pdf
PDF
Text
lampiran.pdf

Abstract

Kedelai hitam merupakan salah satu bahan yang terbukti untuk mencegah kerusakan hepar, kedelai hitam memiliki kandungan flavonoid (antosianin dan isoflavon). Induksi boraks dosis 40 mg dapat menyebabkan kerusakan hepar dalam bentuk fibrosis dan nekrosis di sel hepatosit. Kerusakan ini dapat meningkatkan kadar bilirubin. Hepatotoksik dapat dipengaruhi dari induksi bahan toksik, obat-obatan, infeksi serta gangguan proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kedelai hitam terhadap penurunan kadar bilirubin dengan induksi boraks 40 mg.
Penelitian eksperimental post-test only control group design. Subjek uji berupa tikus Sprague Dawley dibagi 4 kelompok secara acak. Perlakuan selama 10 hari dan diberi boraks 40 mg pada K-I, K-III dan K-IV. K1(kontrol negatif), K-II (kelompok normal), K-III ditambah ekstrak kedelai hitam konsentrasi 50%. K-IV ditambah ekstrak kedelai hitam konsentrasi 100. Selama proses perlakuan tidak terdapat tikus yang sakit/mati.
Hasil rerata kadar bilirubin kelompok K-1 0,102 ± 0,054 mg/dL, K-II 0,054 ± 0,004 mg/dL, K-III 0,030 ± 0,010, K-IV 0,034 ± 0,015. Uji statistik dengan one way anova diperoleh nilai p 0,004 (p<0,05). uji post hoc LSD menunjukkan ada perbedaan signifikan antara kelompok K-I dengan K-II, K-III, K-IV (p<0,05).
Hasil statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok ekstrak kedelai hitam konsentrasi 50% memiliki kadar bilirubin yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol negatif dan kelompok normal.

Kata kunci : kedelai hitam, Kadar Bilirubin, Boraks

Informasi Item

Item Type Thesis (Other)
Subjects R Medicine > R Medicine (General)
Divisions Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Date Deposited 04 Dec 2019 03:05
Last Modified 04 Dec 2019 03:05
URI https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/13891

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints