Studi Perbaikan tanah Lunak Dengan Tiang Tunggal Matras Beton Dan Tiang Tunggal Tanpa Matras Beton Proyek Pembangunan Bandara Samarinda Baru
Berkas Tugas Akhir
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Kota Samarinda merupakan kota yang terletak di Pulau Kalimantan yang saat ini memiliki dua bandara yang beroperasi, yaitu bandara Temindung dan Bandara Samarinda Baru (BSB). Bandara Samarinda Baru yang juga diberi nama Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) merupakan bandara baru yang dibangun di daerah Sungai Siring yang memiliki jenis tanah gambut pada STA 2 + 100. Perencanaan pembangunan Bandara Samarinda Baru pada bagian runway menggunakan metode perbaikan tanah dengan Cermaton (Cerucuk Matras Beton). Pada Tugas Akhir ini dilakukan analisa perbandingan single pile tanpa matras dan single pile dengan matras beton diatasnya Cermaton (Cerucuk Matras Beton) dengan dimensi minipile : 0,2 x 0,2 x 10 m dan matras beton 2 x 2 x 0,012 m. Berdasarkan analisa pada Plaxis 8.2 dengan pembebanan bertahap, pada permodelan tiang tunggal tanpa matras dengan beban lateral Ux =7kN/m, axial Uy = 50kN/m mengalami keruntuhan (collapse) pada tahap pembebanan dengan hasil total penurunan tanah sebesar 27,254 cm, dan hasil tekanan air pori sebesar 36,11kN/m. Pada permodelan tiang tunggal menggunakan matras beton mengalami keruntuhan (collapse) pada beban lateral Ux = 60 kN/m, axial Uy = 300kN/m dengan hasil total penurunan tanah sebesar 50,696cm, dan hasil tekanan air pori sebesar 53,71.
Kata Kunci : Bandara, Cermaton (Cerucuk Matras Beton), Plaxis 8.2, Penurunan Tanah, Tiang Tunggal.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
