Syifak, Syifak (2018) LARANGAN PERNIKAHAN WANITA SYARIFAH DENGAN NON SAYYID (STUDI PANDANGAN TOKOH RABITHAH ALAWIYYAH SEMARANG). Undergraduate thesis, Fakultas Agama Islam.

[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

| Preview Download (324kB)
[thumbnail of BabI.pdf]
Preview
Text
BabI.pdf

| Preview Download (760kB)
[thumbnail of BabII.pdf] Text
BabII.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (754kB)
[thumbnail of BabIII.pdf] Text
BabIII.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (727kB)
[thumbnail of Bab IV.pdf] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (620kB)
[thumbnail of BabV.pdf] Text
BabV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (323kB)
[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

| Preview Download (971kB)
[thumbnail of Daftar_pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar_pustaka.pdf

| Preview Download (261kB)
[thumbnail of Daftarisi.pdf]
Preview
Text
Daftarisi.pdf

| Preview Download (414kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf]
Preview
Text
Lampiran.pdf

| Preview Download (438kB)
[thumbnail of Pernyataan_publikasi.pdf]
Preview
Text
Pernyataan_publikasi.pdf

| Preview Download (218kB)

Abstract

Larangan Pernikahan Wanita Syarifah dengan Non Sayyid (Studi pandangan tokoh Rabithah Alawiyyah Semarang), Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhsiyah Universitas Sultan Agung Semarang
Perkawinan dianggap sah jika telah memenuhi syarat dan rukunnya, tetapi terdapat pula suatu aturan yang harus terpenuhi menurut literature kita-kitab fiqh yakni konsep kafa’ah yaitu sebuah kesepakatan dari pihak laki-laki kepada pihak wanita dalam berbagai hal termasuk agama, nasab, pekerjaan dan merdeka, dari konsep inilah kemudian melahirkan adanya pelarangan perkawinan antara Syarifah dengan non Sayyid karena dianggap tidak sekufu’ dan merusak nasab Rasuullah. Adanya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan Tokoh Rabithah Alawiyyah Semarang terhadap larangan perkawinan Syarifah dengan non Sayyid dan untuk mengetahui adanya larangan perkawinan Syarifah dengan non Sayyid ditinjau dari perspektif hukum Islam.
Sedangan untuk metode penelitian, jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) yakni penelitian yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat maupun kelompok tertentu, dimana penelitian terjuh secara langsung pada objeknya penelitian. Pedekatan penelitian yang digunakan yaitu mendekati masalah yang diteliti berdasarkan hukum Islam dengan cara melakukan pemahaman terhadap teks-teks Al-Qur’an, Hadits’ metode penelitian yang digunakan adalah Observasi, Interview, dan Dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan, bahwa menurut pandangan tokoh Rabithah Alawiyyah Semarang, bahea seorang Syarifah dilarang untuk menikah dengan laki-laki non Sayyid karena menurut mereka tidak sekufu’, pelarangan dalam masalah ini tidaklah secara mutlak, karena kafa’ah sangat tergantung pada izin atau ridho dari wali atau wanita. Ketika ada penikahan Syariah dan non Sayyid dan walinya ridho maka pernikahan tersebut hukumnya boleh. Adapun bagi mereka keturunan Rasullah terdapat kekhususan perbedakan kemulian dan derajat yang tidak di miliki orang lain. Dalam penerapannya, jika seorang Syarifah menikah dengan non Sayyid maka dianggap tidak meneruskan nasab atau memutus hubungan kekerabatan atau keturunan Rasullah SAW, karena nasab anak dinisbatkan kepada nasab ayahnya.

Kata kunci: Syarifah, non Sayyid, kafa’ah

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Agama Islam
Fakultas Agama Islam > Syari'ah (Ahwal Syakhshiyah)
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 30 Apr 2019 02:00
Last Modified: 30 Apr 2019 02:00
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/12488

Actions (login required)

View Item View Item