Putra, Zakky Mayzitha Maha (2018) STUDI PERBANDINGAN PELAKSANAAN GADAI KONVENSIONAL DENGAN GADAI SYARIAH PADA PT. PEGADAIAN (PERSERO). Undergraduate thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

| Preview Download (67kB)
[thumbnail of babI.pdf]
Preview
Text
babI.pdf

| Preview Download (93kB)
[thumbnail of babII.pdf] Text
babII.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (143kB)
[thumbnail of babIII.pdf] Text
babIII.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (210kB)
[thumbnail of babIV.pdf] Text
babIV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (87kB)
[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

| Preview Download (490kB)
[thumbnail of daftar_pustaka.pdf]
Preview
Text
daftar_pustaka.pdf

| Preview Download (60kB)
[thumbnail of Daftarisi.pdf]
Preview
Text
Daftarisi.pdf

| Preview Download (73kB)
[thumbnail of lampiran.pdf]
Preview
Text
lampiran.pdf

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of pernyataan_publikasi.pdf]
Preview
Text
pernyataan_publikasi.pdf

| Preview Download (390kB)

Abstract

Penulisan ini dibuat karena keingintahuan penulis mengenani perbandingan sistem gadai konvensional dengan gadai syariah, mana yang paling menguntungkan bagi masyarakat. Dalam penulisan hukum ini permaslahan yang diangkat mengani pelaksanaan gadai dengan sistem konvensional dan syariah, jika wanprestasi bagaimana cara mengeksekusinya serta hambatan yang terjadi dan upaya penyelesainnya. Tujuan dari penulisan hukum ini untuk mengetahui dan menjawab dari perumusan masalah yang saya angkat. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis sosiologis, karena data yag didapatkan tidak hanya dari buku atau perundang-undangan tetapi didapat juga dari hasil wawancara. Hasil penelitian yang didapat dalam pelaksanaan gadai konvensional melalui produk KCA (Kredt Cepat dan Aman), untuk solusi pendanaan. Karena hanya dalam waktu 15 menit kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pendanaan dapat terwujud, dengan masa pinjaman 120 hari dan dapat di lunasi sewaktu-waktu. Apabila masa jatuh tempo telah tiba dan masih membutuhkan dana tersebut maka pinjaman dapat diperpanjang dengan membayar bunga dan pemeliharaan serta biaya administrasi. Sedangkan dalam pelaksanaan gadai sistem syariah yang menggunakan kedua akad rahn dan akad ijrah , meskipun kedua akad tersebut memiliki perbedaan tidak perlu melakukan kedua akad tersebut karena 1 lembar SBR yang sudah mencakup keduannya. Hal ini telah sesuai dengan “Pernyataaan Standar Akuntansi Keuangan No 107 tentang Akuntasi Ijrah” yang mengharuskan “untuk melakukan akad dalam setiap transaksi agar keabsahannya dapat diakui secara hukum.” Dalam pelunasan uang pinjaman (marhun bih) di Pegadaian Syariah PT. Pegadian (Persero) dapat dilakukan dengan beberapa cara disesuaikan dengan “Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.25/DSN/MUI/III/2002 tentang Rahn (Gadai) dimana murtahin harus mempertimbangkan rahin untuk melakukan pelunasan bila sudah dalam masa jatuh tempo. Hasil penelitian yang berikutnya adalah persamaan dan perbandingan dari kedua sistem gadai tersebut, sehingga masyarakat dapat memilih antara gadai dengan sistem konvensional atau sistem syariah.

Kata Kunci : Perbandingan, Gadai, Sistem Syariah dan Konvensional

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 30 Apr 2019 01:44
Last Modified: 30 Apr 2019 01:44
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/12289

Actions (login required)

View Item View Item